PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya -  Maling lagi, maling lagi. Mungkin itulah komentar yang layak melukiskan kondisi keamanan di wilayah kota Palangka Raya belakangan ini. Sebelumnya fakultas hukum dan rumah mewah jadi korban pembobolan maling. Kali ini sebuah warung kayu Kios Rafi milik Korban Nursiah (40) di Jalan Mahir Mahar perempatan Jalan Tingang Ujung kembali menjadi korban.

Aksi maling saat korban sedang berada diluar rumah tersebut terjadi pada, Selasa 8 Oktober 2019 sekitar pukul 21.WIB.

Nursiah saat didatangi awak media mengisahkan kejadian tersebut terjadi saat dirinya dan suami sedang pergi keluar, sementara warung tersebut dijaga oleh kedua anaknya.

"Jadi kan, saya baru pulang dari luar, dan warung inikan terkunci karena anak saya yang besar itu kerumah belakang tempat percetakan batako  untuk mengajari adiknya belajar," ujar Nursiah, Rabu 9 Oktober 2019.

Lanjutnya, saya kaget, saat pulang saya lihat pintu depan warung terbuka, kemudian saya tanyakan anak saya dan mereka bilang tadi sudah dikunci, jangan jangan ada maling akata anak saya, lalu kami segera mengecek warung.

--page

Setelah dicek teryata warung sembako tersebut kebobolan maling. Pelakunya masuk melalui pintu samping.

"Pelaku membawa satu unit TV, seluruh rokok dalam etalase senilai RP 3 Juta Rupiah, dan tiga buah HP yang tidak ada kartunya, jadi jika di total jumlah kerugian saya RP 4 Juta lebih,"pungkasnya.

Peristiwa ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian Polres Palangka Raya dan sudah dilakukan olah TKP. (ARNOL/B-5)