SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Kotawaringin Timur 2020 nampaknya akan jadi panggung bagi bakal calon yang punya basic pengalaman lebih.

Pasalnya jika pilkada diserentakkan pada 2024 artinya jabatan kepala daerah di Kotim hanya 3,5 tahun saja.

Pengamat hukum dan politik di Kotim, Bambang Nugroho menilai masyarakat dalam menjatuhkan pilihan tentu harus melihat dari sisi pengalaman bakal calon yang paham dengan kondisi daerah, karena dengan masa jabatan yang ada jika salah pilih taruhannya Kotim bisa justru lebih mundur dari saat ini.

Jika mengacu dengan itu, maka dari sekian banyak bakal calon yang muncul diprediksi hanya beberapa saja yang tentunya layak dan ia yakin itu akan jadi pertimbangan partai politik untuk mengusungnya.

"Dari masa 3,5 tahun itu juga, efektifnya cuma 2,5 tahun saja," ucap Bambang, Kamis 10 Oktober 2019.

--page

Karena tentunya pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih itu pada 2021, sehingg pada 2022 itu, bupati baru masih melaksanakan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) bupati lama.

"Nah pada tahun berikutnya baru RPJMD bupati baru. Kalau kita hitung-hitung jika pilkada diserentakkan 2024 artinya efektif jabatan bupati baru itu 2,5 tahun saja. Itu saya anggap harus dipilih orang yang paham dan punya pengalaman di pemerintahan," tegasnya.

Jika melihat bakal calon yang ada, maka Bambang melihat itu lebih kepada kalangan pejabat yang pernah duduk di DPRD hingga kalangan birokrat.

Seperti Wakil Bupati Kotim 2 periode, Taufiq Mukri, mantan Ketua DPRD Kotim 3 periode Jhon Krisli, Wakil Ketua DPRD Kotim M Rudini Darwan Ali, mantan Wakil Ketua DPRD Kotim atau anggota DPRD Kotim saat ini Parimus, mantan Wakil Ketua DPRD Kotim 2 periode Supriadi.

Sekda Kotim, Halikinnor, hingga nama Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat Ahmad Sarwo Oboy, Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Redy Setiawan, Kepala DLH Sanggul L Gaol hingga Camat Parenggean Siyoni yang juga turut diperhitungkan. Hingga pengusaha sukses Suprianti Rambat dan Yoyo Sugeng Triyogo.

--page

Persaingan bakal sengit jika bakal calon ini nantinya bisa maju. Bahkan sejumlah isu yang senter berkembang Suprianti Rambat bisa menggaet Parimus sebagai pasangannya atau Yoyo-Parimus.

Surpianti Rambat suaminya Rambat politisi PKB begitu juga dengan Yoyo yang mana PKB punya 4 kursi.

Sementara Parimus merupakan Ketua DPD Demokrat yang kini sudah punya 5 kursi tentu itu bisa mengsung calon jika keduanya berkoalisi.

Selain itu juga ada Jhon Krisli - Halikinnor atau sebaliknya Halikinnor - Jhon Krisli. Jhon adalah kader PDIP yang kini sudah mempersiapkan diri maju lewat jalur independen.

Sementara Halikinnor sudah mendaftarkan dirinya di sejumlah partai. Terlebih Halikinnor memastikan diri bakal menggandeng kalangan politisi. Jika berpasangan dengan Jhon keduanya merupakan pasangan yang kuat.

--page

Begitu juga dengan Taufiq-Supriadi, di mana Supriadi merupakan Ketua DPD Golkar Kotim punya 6 kursi. Hanya butuh 2 kursi perjalanannya akan mulus.

Rudini pun demikian, politisi muda iniy digadang-gadang bakal memasang kalangan birokrat bersamanya.

Sejumlah nama yang muncul dan layak mendampinginya seperti Redy Setiawan, Sanggul, Ahmad Sarwo Oboy hingga Siyono.

"Sementara nama lain jika nanti maju maka akan ada poros lain. Tidak menutup kemungkinan melalui jalur independen," tandasnya. (NACO/B-6)