SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Menuju perebutan kursi KH 1 Kotim, bakal calon kontestan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Kotawaringin Timur, Supriadi mengakui strategi menghabisi bakal calon yang dianggap kuat sedang dilancarkan. 

“Saya sudah melihat skenarionya dari beberapa calon yang muncul ini siapa yang dianggap berat itu akan dihabisi. Lalu dimunculkan calon-calon boneka," kata Supriadi, Jumat 11 Oktober 2019

Gaya politik seperti itu bisa dikatakan pola menghalau musuh sebelum masuk arena bertarung.

Permainan ini menurutnya sedang diterapkan oknum tertentu untuk memuluskan jalan menuju kursi orang nomor satu di Kotim ini.

“Pandangan saya memang itu bagian dari cara-cara politik tujuannya memang "pembunuhan" kandidat lainnya," tegasnya.

--page

Supriadi menyebutkan sejumlah indikasi adanya strategi penjegalan itu terlihat mulai adanya kelompok yang mulai memasang calon bayangan di semua partai politik. 

Sehingga dengan begitu tidak memberikan kesempatan kepada bakal calon lainnya.

Kemudian juga, ada upaya untuk memborong parpol seluruhnya dengan begitu maka bakal calon lainnya akan tidak ada perahu politik yang mengusungnya.

"Ini sudah mulai terjadi tetapi saya tidak mau menyebutkan itu, silakan publik saja yang nanti akan menilai dan menganalisanya," tegasnya.

Bahkan, kata Supriadi politik yang demikian sangatlah disesalkan, sebab menghalalkan segala cara untuk menghadapi lawan politiknya.

--page

Bahkan menggunakan tangan pengusaha dan kekuasaan untuk bermain di pilkada kali ini.

Supriadi mengakui gaya politik dengan memunculkan calon boneka membuat kontestasi pilkada itu dianggap lebih ringan.

Mereka yang dianggap kuat terjegal sejak awal dan tidak akan mendapatkan perahu.

"Dengan begitu calon yang sudah diandalkan tentunya pasti akan dengan mudah memenangkan pilkada," tandasnya. (NACO/B-6)