TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Tokoh pemuda dan kepala Desa Ramania, Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur meminta agar pembangunan jembatan Pulau Padang jangan lamban dan untuk itu perlu diawasi.

Tokok pemuda Patangkep Tatui, Yusfa Nanyu, meminta pihak berwewenang mengawasi pembangunan jembatan Pulau Padang di perbatasan Desa Ramania dan Desa Pulau Padang Kecamatan Patangkep Tutui.

Menurut Yusfa, dinilai ada yang tidak beres dalam pembangunan jembatan tersebut. Pembangunan jembatan yang seharus selesai pada 30 Oktober 2019, kini diperpanjang hingga 14 Desember 2019.

"Pembangunannya lamban dan terkesan tidak serius," kata Yusfa, di Ramania, Sabtu, 12 Oktober 2019

Ia meminta konsultan dan pelaksana proyek bersinergi mempercepat penyelesaian proyek jembatan tersebut agar tetap waktu.

--page

"Sebentar lagi musim hujan, tentunya akan lebih susah jika proyek belum rampung ketika sudah musim hujan," imbuhnya.

"saya juga berharap jembatan darurat diperbaiki agar layak digunakan dan tidak mengganggu aktivitatas serta membahayakan pengguna jembatan," kata Yusfa yang juga Ketua Fordayak Kecamatan Patangkep Tutui.

Pejabat Kepala Desa Ramania Kardianto juga menilai, pembangunan jembatan Pulau padang lamban dalam pengerjaannya.

Untuk itu ia meminta agar pembangunan jembatan tersebut segera rampung.

--page

Pada papan proyek disebutkan bahwa proyek jembatan menelan anggaran Rp 3,8 miliar.  (AGUSTINUS BOLE MALO/B-5)