BORNEONEWS, Sukamara - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukamara, Rendy Lesmana menuturkan kejadian ikan mati tidak masuk di wilayahnya, namun masuk Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
"Lokasi yang dihebohkan di media sosial itu berada di wilayah hulu Sungai Jelai, tepatnya daerah Jambi, Kalbar. Jadi sebenarnya bukan wilayah kerja kita," ucap Rendy, Minggu 13 Oktober 2019.
Meski demikian pihaknya tetap melakukan pengambilan sampel untuk memastikan kandungan air.
"Meski kejadian tidak terjadi wilayah kita, tapi dampaknya dirasakan langsung masyarakat Sukamara, salah satunya ikan tangkapan di sana biasanya dibawa di wilayah kita," ujarnya.
Rendy melanjutkan yang saat ini menjadi kekhawatiran masyarakat adalah ikan hasil tangkap yang dibawa dari wilayah hulu tersebut apakah aman untuk dikonsumsi.
--page
"Yang menjadi permasalahan dan pertanyaan sebagian masyarakat, ikan yang dibawa dan diperjualbelikan ke wilayah kita amankah untuk konsumsi, berdasarkan penelitian ikan mati bukan karena limbah, tapi karena kekurangan oksigen," terangnya. (NORHASANAH/B-6)








