PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Prosesi adat Bebarasih Banua rencananya digelar pada Rabu, 16 Oktober 2019. Kegiatannya dimulai dari Kelurahan Kumai Hulu, Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Damang Kepala Adat Kumai, Hermansyah, Senin, 14 Oktober 2019, menjelaskan secara singkat prosesi adat Bebarasih Banua.

"Dulu HM Idris yang merupakan salah satu pendiri Kumai ini punya 4 saudara. Salah satu saudarabya yaitu H. Tarmum ternyata membawa orang halus (makhluk gaib) dan ditempatkan pada 7 lokasi di Kumai," kata Hermansyah.

Menurut Hermansyah, lokasi yang menjadi tempat diletakkannya orang halus tersebut akan dikunjungi rombongan Bebarasih Banua. Di sana mereka akan meletakkan ancak dan balai yang diisi sekitar 40 macam kue tradisional.

"Lokasi tempat meletakkan ancak dan balai yang telah diisi kue yaitu di Sungai Nyirih, Sungai Tendang, Sungai Cempaka, Sungai Panggung Laut, Sungai Kapitan, Sungai Sekonyer, dan Sungai Pasir Panjang," jelas Hermansyah.

--page

Setelah itu, prosesi terakhir yaitu melarung miniatur kapal sebagai simbol adanya hubungan antara Kumai dengan Kerajaan Solo dan Kesultanan Banjar.

"Dulu kegiatan ini dilaksanakan setiap 4 atau 5 tahun sekali. Namun syukurlah berkat perhatian Pemkab Kobar kegjatan ini dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Selain melestarikan adat dan budaya tradisional sebagai bentuk penghargaan kepada leluhur, ini juga menjadi daya tarik wisata," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-11)