BORNEONEWS, Muara Teweh – Pasangan suami istri atau pasutri dari Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara yang tewas akibat tertabrak dump truk di Jalan Desa Bayas pada Senin 14 Oktober 2019 diduga karena pengendara motor ini lalai.
Kasar Lantas Polres Barito Utara, AKP Zulyanto Leonardi SIk, Selasa 15 Oktober 2019 mengatakan, dari hasil olah TKP, kedua korban mengalami luka pendarahan di bagian kepala.
Diduga keduanya tidak mengunci pengaman helm, sehingga saat terjadi tabrakan helm keduanya terlepas, sehingga mengalami benturan dan luka-luka pada bagian kepala.
“Selain tak dapat mengontrol kendaraannya saat berada di jalan menurun dan menikung, diduga kedua korban tidak mengunci pengaman helm saat berkendara,” terang Zulyanto kepada borneonews.co.id.
Dia menerangkan bahwa saat polisi berada di lokasi kedua korban meninggal di tempat kejadian dengan posisi tidak mengenakan helm.
--page
Untuk itu dia mengimbau pengendara selalu memperhatikan hal-hal kecil dalam berkendara di jalan raya, baik kelengkapan, aturan dijalan raya maupun penggunaan alat keselamatan.
Karena, aturan tersebut bukan diperuntukkan untuk kepentingan petugas, tetapi ditujukan kepada masyarakat, baik dalam ketertiban maupun faktor keselamatan pengendara maupun penumpang. “Karena kecelakaan terjadi karena adanya pelanggaran,” terangnya.
Dikatakannya pula, bahwa sabuk pengaman maupun helm merupakan alat keselamatan yang diperuntukkan bagi pengendara agar terhindar dari fatalitas kecelakaan. (RAMADHANI/B-5)








