BORNEONEWS, Sukamara - Sosialiasi pengelolaan limbah medis atau B3 bagi fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Sukamara adalan upaya mengantisipasi risiko negatif yang dapat ditimbulkan dari limbah apabila dikelola dengan benar.
"Kegiatan ini sebagai langkah kita dalam mengurangi resiko terjadinya dampak yang berkaitan dengan limbah B3, dan ini khusu untuk pusat pelayanan kesehatan," ucap Kepala DLH Sukamara, Rendy Lesmana, Kamis, 17 Oktober 2019.
Rendy melanjutkan, peserta yang mengikuti mulai dari rumah sakit, puskesmas, pusto, puskesdes dan klinik kesehatan yang memang setiap harinya menghasilkan limbah B3.
"Karena tempat ini semuanya setiap pasti menghasilkan limbah medis," ujarnya.
Rendy berharap, melalui sosialiasi itu adalah upaya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, contohnya dibeberapa daerah yang sempat viral di media sosial karena limbah medis.
--page
"Karena kita tau, limbah medis ini adalah limbah yang berbahaya, selain itu untuk penanganannya juga beda dengan limbah yang lain," jelas Rendy Lesmana. (NORHASANAH/B-5)








