PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perwakilan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Sudarto mengatakan untuk mengurangi angka kemiskinan dapat dibantu dengan penguatan literasi.

"Kesejahteraan masyarakat menjadi harapan seluruh khalayak di negeri ini, dan amanat UUD 1945. Namun pada kenyataannya, masih ada penduduk Indonesia yang hidup dalam kemiskinan," kata Sudarto kegiatan Peer Learning Meeting Provinsi Kalimantan Tengah bertajuk Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Literasi untuk Kesejahteraan di Palangka Raya, Selasa, 22 Oktober 2019. 

Bahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kemiskinan di Indonesia turun ke tingkat terendah pada bulan Maret 2018, yaitu sebesar 9,82% penduduknya tergolong miskin.

Dengan demikian, lanjutnya, sebanyak 25,95 juta penduduk Indonesia dikategorikan sebagai penduduk miskin.

"Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi angka kemiskinan ini adalah melalui penguatan literasi," tuturnya.

--page

Sebagaimana kegiatan yang dilaksanakan dan bertujuan memperkuat peran perpustakaan dalam meningkatkan kualitas SDM melalui peningkatan kemampuan literasi, sehingga meningkatkan kreativitas masyarakat dan mengurangi kemiskinan akses informasi.

"Diharapkan program ini menjangkau masyarakat di semua kalangan, mulai dari anak usia pra sekolah sampai usia lanjut, semua punya hak akses kepada perpustakaan," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/B-11)