SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Rinie menyebutkan sebelum masuk dalam pembahasan Rancngan APBD 2020, maka dewan akan mengadakan reses ke masyarakat.

"Reses digelar dengan sistem kelompok, bukan lagi perorangan," kata Rinie, Sabtu 26 Oktober 2019.

Dijadwalkan 4 - 19 November 2019 merupakan waktu reses dilanjut langsung dengan pembahasan RAPBD antara mitra kerja komisi.

Menurutnya pelaksanaan reses sebelum pembahasan RAPBD guna menjaring aspirasi dan menyinkronkannya dengan apa yang tertuang dalam dokumen rencana kerja anggaran (RKA) yang sudah diusulkan ke DPRD Kotim.

Rinie memastikan pembahasan RAPBD 2020 tuntas dibahas November. Sebab pihak dewan paham resiko jika pembahasan meleset dari jadwal yang sudah diinstruksikan Kementrian Dalam Negeri.

--page

Sanksinya DPRD dan bupati tidak gajian jika pembahasan APBD tidak diselesaikan tepat waktu.

“Akan dituntaskan sesuai waktu dan ketentuan yang berlaku dan makanya November dijadwalkan untuk itu semua," tegasnya. 

Diketahui, pembahasan RAPBD Kotim kali ini merupakan pembahasan perdana yang dilakukan DPRD periode 2019 - 2024.

Sebelumnya juga wakil rakyat ini sudah diberikan bimbingan teknis mengenai penganggaran.

Selain itu beberapa waktu lalu para wakil rakyat itu gencar melakukan kunjungan hingga kaji banding ke daerah lain untuk memperdalam kemampuan dan kapasitas sebagai wakil rakyat. (NACO/B-6)