TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Karnando adalah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Patangkep Tutui Kabupaten Barito Timur yang ditugaskan di Desa Lalap dan Desa Jango.

Sekalipun ditugaskan di desa yang berbeda dengan tempat tinggalnya, namun Karnando punya kepedulian terhadap pemuda-pemuda di desanya yang masih menganggur.

Di sisi yang lain ia ingin tanah-tanah kosong milik warga Desa Bentot tempatnya tinggal bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai tambah serta sebagai selingan sumber penghasilan bagi warga selain menjadi petani karet yang sudah dikerjakan turun-temurun.

Salah satu peluang yang ada dalam benak Karnando yakni bertani tanaman sayur-sayuran seperti tomat, cabe, bawang, ketimun, kangkung dan lain-lain.

Tapi untuk memulai itu bukanlah hal yang mudah. Karena pada umumnya pemuda Desa Bentot dan sekitarnya pada saat tamat SMA sebagian besar mencari pekerjaan di perusahaan tambang. Sebagian kecil lainnya memilih kerja di perusahaan sawit, jadi honorer dan melanjutkan kuliah.

--page

Belum lagi beberapa warga yang memandang sinis apa yang dilakukan Karnando, karena bertani sayur-sayurn secara modern dengan menggunakan bedeng yang ditutup mulsa bukanlah tradisi masyarakat di tempatnya.

Tradisi dan paradigma itulah yang coba diubah oleh Karnando sejak tiga tahun lalu dengan mengajak 3 orang pemuda untuk bertani.

" Awalnya kami coba menanam tomat, pernah juga cabai, lalu ketimun. Setelah beberapa kali mengganti jenis tanaman, sekarang kami sudah bisa menganalisa jenis tanaman mana yang perawatannya mudah dan lebih menguntungkan," kata Karnado, saat ditemui Borneonews.co.id di kebun bawang prei Desa Bentot, bersama teman-temannya. Sabtu, 26 Oktober 2019.

Ia dan teman-temannya terus berproses untuk menjadi petani yang sukses, saat ini kelompoknya sudah bertambah menjadi 5 orang dan mereka fokus untuk menanam bawang prei atau daun bawang.

"Sekarang kami sudah tiga periode panen bawang prei, usia panen bawang prei sekitar 2,5 sampai 3 bulan," imbuhnya.

--page

Karnando dan teman-teman menanam bawang prei pada bedeng-bedeng berukuran 1,2 x 15 meter. Ada lebih dari 50 bedeng yang berjejer rapi di kebun tersebut.

"Ke depan jika pemuda-pemuda desa ini mendapat dukungan dari pemerintah terutama mekanisasi, kami berencana memperluas lahan kebun sayur-sayuran," kata Karnando.

Ia juga berharap apa yang dilakukan bersama beberapa pemuda Desa Bentot  tersebut menjadi demplot atau percontohan yang akan menginspirasi pemuda desa yang lainnya untuk melirik pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan. (AGUSTINUS BOLE MALO/B-5)