SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, H Rudianur  memertanyakan kondisi serapan anggaran yang dilakukan Pemkab Kotim menjelang tahun anggaran 2019 berakhir.

"Mengapa kita pertanyakan, pasalnya waktu efektif ini hanya tersisa satu bulan," kata Rudianur, Selasa, 29 Oktober 2019.

Menurutnya, dari sejumlah pekerjaan fisik di lapangan yang kerap mendekati batas akhir pelaksanaanya baru dikerjakan. Kondisi ini cenderung jadi kebiasan buruk pelaksanaan pembangunan daerah ini. 

Pemkab Kotim melalui SOPD harus segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan kembali kegiatan fisik yang dilaksanakan. Salah satunya, agar menggenjot pekerjaan itu supaya tidak melewati batas akhir tahun anggaran ini.

Selain itu juga, kalau berbicara soal serapan anggaran, kebiasaan menjelang akhir tahun selalu saja baru dikebut. Itu merupakan penyakit lama yang mesti diatasi dan dibenahi secara total oleh pemerintah.

--page

Rudianur menambahkan, jika sebelum pembahasan ini mereka juga akan meminta data dari eksekutif terkait hasil sementara serapan anggaran. 

Apabila memang dalam data itu menggambarkan SOPD tidak bisa menyerap maksimal, maka tidak menutup kemungkinan ada pemangkasan anggaran di APBD 2020.

"Tidak akan kita beri lagi anggaran untuk SOPD yang tidak maksimal dalam serapan anggaran," tutupnya. (NACO/B-11)