BORNEONEWS, Palangka Raya - Berawal dari menulis sebuah berita di salah satu media massa terkait kemajuan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL), Laili Mansur kini menggeluti budidaya lebah madu Kelulut.
Tak disangka, tekadnya itu berbuah hasil. 5 box yang ia kelola telah berkembang menjadi 10 box hanya dengan kurun waktu 3 bulan. Bahkan saat ini mampu memanen 5 liter dalam 1 bulan.
Ia juga dipercaya sebagai Manajer Budidaya Lebah Madu Kelulut, KPHL Gerbang Barito Unit IX. Seperti apa ceritanya, berikut ulasannya.
"Awalnya saya membuat berita kemajuan KPHL. Saya kerjakan santai untuk aktivitas sampingan," ucap Laili, Rabu, 30 Oktober 2019.
Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Barito Selatan ini menyebut hasil dari budidaya itu mulanya tidak untuk dijual.
--page
Hanya dikonsumsi sendiri untuk kesehatan dan stamina tubuh. Tapi seiring berjalannya waktu, rupanya mampu menjadi penghasilan tambahan. Sebab, 1 liter dari madu tersebut dihargai Rp500 ribu sampai dengan 600 ribu.
Selain pribadi, ia juga mengurusi budidaya di bawah binaan KPHL dengan total 400 box. Dalam 1 bulan, mampu menghasilkan 30 liter lebah madu Kelulut. Hasilnya kebanyakan dijual ke Pulau Jawa tapi ada juga yang di Palangka Raya.
Di tengah perbincangan dengan wartawan, Laili pun berbagi cerita soal membudidayakan lebah madu Kelulut tersebut.
Pertama, sediakan kayu bulat berikut dipotong bagian atas dan bawah secukupnya. Kemudian, di atas diletakkan sebuah box yang telah dibuat berikut menutupnya. Di bagian bawah juga diberi sebuah lubang.
Box itulah yang disebut sebagai stup madu Kelulut. Fungsinya untuk tempat penghasil madu. "Selain madu, disitu juga menghasilkan bipolen untuk makanannya. Jadi kalau lebah tidak keluar, maka makan disitu. Bipolen harganya dalam 1 gram Rp500 ribu. Itu untuk kecantikan kulit."
--page
"Kemudian kalau madu rasanya ada yang pahit, itu malah lebih bagus. Jarang-jarang dalam setahun bisa nemu yang pahit," ceritanya.
Ia menambahkan, lebah Kelulut bersifat tidak menyengat. Jika ada yang ingin menggangu, semut misalnya, lebah ini akan membuat benteng pertahanan menggunakan propolisnya.
Dengan benteng pertahanan itu, semut tidak akan pernah berani untuk masuk dalam box yang telah dibuat. Artinya, madu yang dihasilkan benar-benar steril.
"Khasiat madu ini bisa untuk kejantanan lelaki. Apalagi kalau ada rasanya yang pahit, itu lebih bagus," pungkasnya.
Cerita ini dibagikan ke awak media ketika ikut ditampilkan pada Festival KPH di halaman KPH Center, Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, Jalan Yossudarso, Palangka Raya. (BUDI YULIANTO/B-2)








