JAKARTA –

INILAHCOM, Jakarta - Politikus Partai Gerindra, Ilal Ferhard, menilai, negara mundur terbukti pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan dua kali lipat yang berlaku mulai 2020.

Kenaikan iuran tersebut dinilai menyusahkan rakyat kecil. Lantaran, biaya yang dikeluarkan menjadi bengkak. Sementara pendapatannya tidak naik, malahan turun.

"Baru mau masuk 100 hari saja Rakyat sudah mengarah kearah sengsara. Dibebankan cukup berat. Yang saya tahu negara maju itu rakyat itu sakit harus gratis nggak perlu bayar pendidikan juga harus gratis nah kalau negara kita ini lagi mundur bukan maju," kata Ilal, kepada INILAHCOM, Jakarta, Senin, 4 November 2019.

Menurut Ilal, seharusnya pemerintah mencari jalan keluar agar dapat mengatasi persoalan kesehatan bagi rakyat, bukan sebaliknya membebankan rakyat. Karena kesehatan merupakan hak manusia.

"Harusnya program pemerintah itu prioritas membuat rakyat itu bahagia maju tidak menyusahkan. jangan buat rakyat bingung mau berobat kalau sakit," tutup Ilal yang sempat menjadi politisi Partai Demokrat ini.

--page

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan, bakal menaikan premi mulai 2020. Kenaikan iuran BPJS Kesehatan, tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Di mana, iuran peserta BPJS Kesehatan mandiri kelas 1 dan 2, naik dua kali lipat. Dari Rp80 ribu dan Rp55 ribu menjadi Rp160 ribu dan Rp110 ribu per peserta/bulan. Sedangkan untuk kelas III, naik dari Rp25 ribu menjadi Rp42 ribu per peserta/bulan. Nah, tinggal dikalikan saja satu keluarga yang terdiri dari istri dan dua orang anak. Mahal juga kan....  (Inilah.com)