BORNEONEWS, Palangka Raya - Perhatian Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dalam hal pembangunan demi kepentingan masyarakat luas terus dilakukan.
Tidak hanya infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi tapi juga berkaitan dengan aliran listrik sampai ke pelosok desa. Bahkan, peningkatan desa berlistrik terus bertambah.
Data yang diperoleh dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Kalteng, pada 2016, jumlah desa berlistrik tercatat 1.320. Di 2017, meningkat menjadi 1.362.
Pada tahun berikutnya, kembali meningkat menjadi 1.394 desa dan di 2019 tercatat menjadi 1.421 desa yang berlistrik.
"Jadi peningkatan desa berlistrik dari tahun 2016 sampai dengan 2019 adalah 121 desa atau presentase kenaikan desa berlistrik yakni 8,51 persen," kata Kepala Dinas ESDM Kalteng, Ermal Subhan akhir pekan kemarin.
--page
Ermal juga membeberkan soal meningkatnya jumlah Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS. Secara keseluruhan sejak 2016 totalnya adalah 10.822 unit.
Berikut rinciannya:
Tahun 2016 berjumlah 2.380 unit. Terdiri atas 233 unit di Lamandau, 262 unit di Kotawaringin Barat, 572 unit di Katingan, 120 unit di Kapuas, 839 unit di Barito Utara dan 285 unit di Murung Raya.
Tahun 2017 berjumlah 360 unit. Yakni tersebar di Kotawaringin Barat sebanyak 205 unit dan Kotawaringin Timur sebanyak 155 unit.
Tahun 2018 berjumlah 1.841 unit. Terdiri atas 399 unit di Lamandau, 53 unit di Sukamara dan 287 unit di Kotawaringin Barat, 379 unit di Kotawaringin Timur, 226 unit di Katingan, 272 unit di Barito Selatan dan 225 unit di Barito Utara.
Tahun 2019 berjumlah 6.241 unit. Yakni tersebar di Kabupaten Lamandau 371 unit, Sukamara 316 unit, Kotawaringin Barat 176 unit, Kotawaringin Timur 297 unit, Seruyan 1.976 unit, Katingan 100 unit, Gunung Mas 1.292 unit, Barito Utara 98 unit dan Murung Raya 1.615 unit.
--page
Selanjutnya, berkaitan dengan kondisi kelistrikan di Kalteng, Ermal Subhan mengatakan totalnya adalah 594 MW. Rinciannya yakni existing Kalteng 275 MW, PLTU Pulang Pisau 120 MW, PLTMG Bangkanai 155 MW, PT Energia Prima Nusantara (2x15) 30 MW, PT Rimau Elektrik (2x3,5 MW) 7 MW dan PT Korintiga 7 MW.
Ermal juga menyebut bahwa suplai listrik interkoneksi Kalselteng sebesar 640 MW, dengan daya beban puncak kebutuhan sebesar 540 MW.
"Jadi surplus suplai daya sebesar 100 MW," ungkapnya.
Untuk yang masih dalam proses pembangunan, lanjut dia, totalnya 394 MW. Di antaranya, PLTMG Bangkanai 2 sebesar 144 MW, PLTU Tumbang Kajuei (2x100 MW) 200 MW dan PLTU Sampit sebesar 50 MW.
"Perusahaan PLTMG Bangkanai bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Jadi pemerintah dapat saham 10 persen," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-2/Adv)








