BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Pelabuhan laut Kuala Pembuang yang berfungsi sebagai pintu masuk barang, orang dan alat angkut, pelabuhan ini, juga merupakan pintu masuk dari transmisi penyebaran penyakit menular potensi wabah.
Untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit, perlu dilakukan pengawasan, penguatan pengawasan, hal ini, bisa dilakukan dengan adanya dukungan seluruh instansi terkait di Kabupaten Seruyan.
Hal ini disampaikan, Kepala Kkantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Sampit Agus Yordani, pada kegiatan penyusunan rencana kerja penanggulangan penyakit kedaruratan kesehatan masyarakat, di wilayah kerja Pelabuhan laut Kuala Pembung, Rabu, 6 November 2019.
Kantor kesehatan pelabuhan kelas III Sampit, wilayah kerja Pelabuhan laut Kuala Pembuang, sebagai pintu masuk wilayah, harus memiliki kesigapan dalam menghadapi berbagai masalah kesehatan.
“Penyusunan rencana kontinjensi, merupakan instrumen perencanaan, di dalam nya dapat di gunakan untuk menghadapi kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia (KKM-MD),” tegasnya.
--page
Kejadian KKM-MD, dapat terjadi kapan saja, sehingga semua pihak, diharapkan memiliki kemampuan dalam mencegah, deteksi dini dan dapat menangani kasus sedini mungkin.
“Kita harus siap mencegah dan mengendalikan, sebab penanganan ini merupakan tanggung jawab bersama dan di perlukan kerjasama serta komitmen lintas sektor untuk penanganan dan semua harus siap untuk menghadapinya,” pintanya. (MAGANG 2/B-5)








