BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotim, Parimus melaksanakan reses di daerah pelosok, kali ini dia di Desa Biru Maju Kecamatan Telawang. Salah satu pekerjaan yang mendesak dan harus diprogramkan ditahun 2020 adalah pembangunan jembatan di Sungai Biru Maju.
Jembatan itu kata dia merupakan penghubung, yang akan menghubungkan Desa Pantap, Desa Tangar, Desa Sumber Makmur dan Desa Sebabi.
"Maka dari itu jembatan ini akan diperjuangkan semoga bisa diterima di tahun 2020 nanti,“ kata Parimus, Rabu, 6 November 2019.
Parimus mengatakan anggaran yang dipergunakan untuk pembangunan itu tidak bergitu besar. Sekarang tinggal dari pemerintah untuk berpihak atau tidak anggaran tahun depan kepada masyarakat.
Parimus mengakui ketimpangan pembangunan di Kotim disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya faktor ketimpangan sumber daya dan faktor-faktor fiskal atau soal keuangan daerah terpusat di daerah perkotaan.
--page
"Kedepannya diharapkan ketimpangan itu harus diselesaikan, karena daerah banyak yang bergejolak karena minimnya alokasi dana ke daerah pelosok," tegasnya.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kotim ini menegaskan dengan politik anggaran yang ada di DPRD maka dirinya akan berjuang maksimal untuk itu.
"Apalagi semuanya sudah sering diusulkan berjenjang melalui kegiatan musrenbang ditingkat bawah sampai ke tingkat kabupaten, sekarang bagaimana dengan dibukanya jalan itu maka akan membuka akses ekonomi penghubung dengan warga lainnya," tutupnya. (NACO/B-5)








