BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Berbagai upaya dilakukan oleh sejumlah pihak demi dapat meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit, salah satunya dengan mengembangkan benih sawit unggul.
Dalam waktu dekat, akan beredar benih sawit unggul bernama iCalix di pasaran. Benih unggul ini adalah hasil pengembangan PT Minamas Plantation melalui pusat penelitiannya Minamas Research Centre (MRC).
Rencananya, pada awal 2020, benih unggul iCalix akan diluncurkan ke pasaran guna mendukung peremajaan sawit serta peningkatan produktivitas sawit nasional.
Direktur Utama Minamas Plantation, Shamsuddin Muhammad, di Jakarta, Kamis (7/11/2019), mengatakan pada Februari 2019 pihaknya telah resmi menerima Surat Persetujuan Penerbitan Benih Kelapa Sawit (SP2BKS) dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.
"Kami telah memulai riset dan pengembangan benih unggul iCalix sejak tahun 2010 melalui pusat penelitian MRC yang berlokasi di Riau," katanya.
--page
Menurutnya, benih yang diproduksi dan disalurkan saat ini merupakan benih iCalix yang didapatkan dari persilangan antara induk Dura Banting terseleksi dengan induk Pisifera AVROS yang berasal dari Afrika.
Kedua jenis induk sawit tersebut, lanjutnya, dinilai paling cocok untuk menghasilkan bibit berkualitas dengan tingkat produksi yang tinggi.
Head MRC, Shahrakbah Yacob, menambahkan benih iCalix memiliki potensi produksi Tandan Buah Segar (TBS) hingga 30,9 ton/hektar/tahun dan juga bisa menghasilkan Crude Palm Oil (CPO) 8,5 ton/hektare/tahun.
"Selain itu memiliki keunggulan dari sisi kandungan dan produksi minyak yang tinggi serta pertumbuhan tinggi pohon yang agak lambat," katanya.
Benih jenis ini, lanjutnya, juga memiliki rasio oil to bunch yang tinggi. Artinya, benih ini memiliki potensi kandungan minyak yang tinggi dalam setiap tandannya.
--page
"Tanaman mulai dapat dipanen pada umur 24 bulan setelah tanam di lapangan dan juga relatif tahan terhadap penyakit Ganoderma," ujarnya.
Hingga saat ini, kapasitas produksi benih iCalix mampu mencapai 2 juta butir kecambah/tahun dan penggunaannya lebih ditujukan untuk memenuhi kebutuhan internal dahulu, sebelum dipasarkan secara komersial ke pelanggan eksternal, termasuk kebun plasma.
Untuk mendapatkan iCalix, saat ini pembelian hanya dapat dilakukan di kantor MRC Riau dengan harga kisaran Rp10.000 per butir.
"Kami berharap bahwa terobosan-terobosan yang kami upayakan saat ini sejalan dalam mendukung program peremajaan sawit dan intensifikasi lahan sawit nasional yang berkelanjutan," katanya.
Selain itu, benih iCalix nantinya juga akan dipasarkan ke sejumlah negara produsen sawit seperti India, Thailand, dan Gabon di Afrika, jika kebutuhan dalam negeri telah terpenuhi. (NEDELYA RAMADHANI/m)








