BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Hj Darmawati mengingatkan agar Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotim aktif mengawasi parbik sawit.
Terutama saat memasuki musim penghujan. Dikhawatirkan akan menyebabkan limbah-limbah di pabrik itu meluber dari kolam penampungannya dan merusak ekosisten di sekitarnya.
Menurut Darmawati musim hujan seperti ini harus diantisipasi itu adalah tempat pabrik CPO yang punya limbah, karena kejadian pencemaran kerap kali terjadi.
"Banyak kejadian kolamnya yang tidak mampu menampung, sangat rawan meluber dan masuk anak sungai di sekitarnya," kata Darmawati, Kamis, 14 November 2019.
Darmawati menegaskan pencemaran akibat limbah dari perusahaan perkebunan ini kadang membuat ekosisten di sungai itu menjadi rusak.
--page
Meski demikian hingga kini dia masih belum menemukan adanya pencemaran sungai berdasarkan hasil temuan pemerintah. Meski sejumlah temuan didapat di areal perusahaan.
“Kami minta pemerintah kabupaten segera menyelidiki persoalan limbah ini. Kami juga berencana melakukan sidak (inspeksi mendadak) untuk mengetahui masalah sebenarnya terutama terkait limbah di Mentaya Hulu itu," tandas Darmawati. (NACO/B-5)








