TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Sebagai pemimpin pembelajaran seorang kepala sekolah dituntut bisa mengaplikasikan pola pembelajaran 4C dalam pelaksanaan tugas.

Hal ini ditekankan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur, Dewi Murnie Ibie saat membuka Diklat penguatan kepala sekolah, Jumat 15 November 2019.

"Pertama, kepala sekolah kreatif dan inovatif yaitu seorang kepala sekolah hendaknya memiliki sikap dan jiwa kreativitas yang tinggi. Hal ini dimaksudkan agar kepala sekolah mampu mencarikan solusi setiap tantangan yang dihadapi sekolah," paparnya.

Ia menuturkan kepala sekolah yang kreatif akan mampu menemukan berbagai terobosan baru dan ide baru yang bermanfaat bagi kepentingan pengembangan sekolah.

Sebab jiwa kreativitas muncul dari mereka yang memiliki pengetahuan, rasa tanggung jawab, dan percaya diri yang tinggi dalam mewujudkan hal-hal baru.

--page

"Kedua, kepala sekolah yang komunikatif yaitu kepala sekolah yang mampu menciptakan pola interaksi yang harmonis dengan berbagai pihak. Sebab dalam pencapaian visi misi dan tujuan sekolah tidak akan mungkin terwujud tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak," imbuhnya.

Menurutnya pola interaktif yang harmonis akan mampu menciptakan suasana kondusif.

Suasana kondusif tentu saja mempengaruhi terhadap iklim sekolah. Hal ini akan berdampak positif terhadap keberhasilan kepala sekolah dalam mencapai tujuan sekolah.

Dia mengatakan kepala sekolah juga harus mampu menciptakan interaksi antara guru dan siswa, antara siswa dengan siswa serta antara siswa dengan sumber atau media pembelajarannya.

Pembelajaran berbasis interaktif akan membiasakan siswa untuk mampu dan terlatih dalam berkomunikasi dengan baik.

--page

"Ketiga, kepala sekolah yang kritis, maksudnya adalah seorang kepala sekolah harus mampu menyaring dan menyeleksi setiap infromasi yang ada. Tanggap terhadap hal-hal baru yang mendukung terhadap pembelajaran di sekolah," katanya.

Dikatakan, kepala sekolah yang berpikir kritis memiliki pemikiran yang masuk akal dan reflektif yang berfokus untuk memutuskan apa yang mesti dipercaya atau dilakukan.

Kemampuan berpikir kritis bagi seorang kepala sekolah sangat dibutuhkan agar mampu menentukan cara terbaik dalam setiap pengambilan keputusan.

"Ke 4, kepala sekolah yang kolaboratif, yaitu kepala sekolah yang mampu membangun kerja sama dengan setiap komponen yang terkait. Kerja sama yang diterapkan oleh kepala sekolah tidak hanya dengan warga sekolah saja, tapi lebih luas dari itu. Kepala sekolah harus mampu membangun kerja sama yang baik dengan berbagai pihak," pungkasnya.

--page

Ditambahkan, kepala sekolah yang dapat membangun kerjasama yang baik akan berdampak positif terhadap keberhasilan setiap kegiatan di sekolah.

Sebab bila suatu kegiatan didukung seluruh warga sekolah tentu hasilnya akan lebih maksimal. (BOLE MALO/B-6)