BORNEONEWS, Palangka Raya - Peristiwa penabrakan warung makan milik Salawati di bawah Jembatan Kahayan oleh kendaraan roda dua dan mobil ternyata bukan baru sekali. Hal ini disampaikan Salawati, Sabtu 23 November 2019.
Tragedi yang menghancurkan usahanya ini ternyata pernah terjadi beberapa tahun silam baik oleh sepeda motor maupun oleh mobil pikap.
"Ini bukan pertama kali. Dua tahun lalu rumah makan ini ditabrak mobil jenis pikap," ujarnya.
"Sudah begitu saya tidak lapor ke polisi. Ganti ruginya juga tidak seberapa," ujar Salawati kesal.
Salawati berharap kejadian kali ini, pengendara yang menghancurkan tempat usahanya itu dapat bertanggungjawab penuh untuk mengganti semua kerugian yang dialaminya.
--page
"Kalau yang dulu kami tidak lapor polisi. Memang dulu dibantu biaya perbaikan tapi kami masih banyak nombok. Kali ini kami lapor polisi supaya ada yang membantu kami meminta kepada orang yang merusak bertanggung jawab secara penuh," harapnya. (ARNOL/B-6)








