KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Kasi Pengelola Pemanfaatan Taman Hutan Raya (Tahura) Lapak Jaru, Margunedy terus berupaya meningkatkan jebis pohon di Tahura Lapak Jaru dengan menambahkan tumbuhan endemik.

"Yang kami tambahkan pohon ulin, agathis, pantung bukit dan kelompok meranti atau dalam bahasa latinnya dipterocarpaceae," katanya, Selasa 26 November 2019.

Dia menuturkan penambahan tumbuhan dilakukan dengan pembibitan sendiri baik itu tumbuhan buah lokal maupun tumbuhan hutan asli Kalimanantan.

"Untuk buah lokal juga kami tambahkan seperti bibit buah rambai, durian hutan, tangkuhis, langsat, jengkol, paken, cempedak, tanggaring, tanggoron, manggis, mangga, dan kasturi," tuturnnya.

"Selain itu di Tahura ini kami juga membudidayakan bibit tanaman asli Kalimantan yakni anggrek hitam," lanjutnya.

--page

Bibit tanaman ini didapat langsung dari masyarakat. Usianya beragam, mulai 1 - 2 tahun. Jika sudah memungkinkan, seluruh bibit tersebut nantinya bakal ditanam di blok rehabilitasi dan blok koleksi.

Penambahan bibit dilakukan untuk memperkaya keanekaragaman dan memperbanyak tumbuhan endemik di Tahura Lapak Jaru.

"Sedangkan buah lokal bisa jadi makanan hewan liar, sehingga keberadaannya terus lestari dan menjadi wahana pendidikan hingga penelitian bagi generasi mendatang," pungkasnya. (HENDRA/B-6)