TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang -  Kisah Risnawati dan Yayasan Adaro Bangun Negeri atau YABN membantu Warga Pulau Padang berhenti buang air besar sembarangan.

"Tahun 2016, terdapat 27 keluarga di Desa Pulau Padang yang belum memiliki WC dan masih buang air besar secara terbuka di sembarang tempat seperti sungai dan semak-semak," kata Risnawati memulai ceritanya saat ditemui Borneonews di Puskesmas Bentot, Kamis, 28 November 2019.

Saat itu belum diadakan pendampingan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), sehingga menyebabkan menyebabkan kasus diare dan stunting cukup tinggi di desa berpenduduk 111 Kepala Keluarga tersebut.

Sebagai Sanitarian di Puskesmas Bentot Kecamatan Patangkep Tutui, Risnawati diundang oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) yang merupakan yayasan milik PT Adaro Indonesia untuk mengikuti Pelatihan Pendamping Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), kerjasama Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur dan YABN.

Usai mengikuti pelatihan, Risnawati mendapatkan tugas pertama untuk mendampingi dua Desa yang berada di Kecamatan Patangkep Tutui Kabupaten Barito Timur agar terbebas dari kebiasaan buang air besar sembarangan, salah satunya yaitu Desa Pulau Padang.

--page

"Jadi setelah pelatihan, saya dipercayakan menjadi pendamping desa sekaligus fasilitator STBM di Desa Pulau Padang serta juga tetap bekerja sebagai tenaga Sanitarian di Puskesmas Bentot," kata Risnawati melanjutkan kisahnya.

Menurutnya, program STBM merupakan suatu pendekatan partisipatif yang mengajak masyarakat untuk menganalisa kondisi sanitasi mereka melalui suatu proses pemicuan, jadi tugas Risnawati sebagai Pendamping Desa STBM yaitu memicu timbulnya keinginan dalam hati warga Desa Pulau Padang serta berpikir dan mengambil tindakan untuk meninggalkan kebiasaan buang air besar mereka yang masih di tempat terbuka seperti di semak-semak dan sungai.

"Contoh saya katakan begini kepada warga di sana, bagaimana perasaan anda kalau tidak punya WC?, bagaimana kalau anda punya tamu yang ingin buang air besar tapi anda tidak punya WC?" kata Risnawati.

Dia juga menceritakan awalnya sempat menghadapi respon masyarakat yang kurang bagus. Menurutnya, karena program pemicuan ini berasal dari PT Adaro Indonesia yang merupakan perusahaan pertambangan batubara jadi masyarakat selalu berpikir bahwa ada bantuan pendanaan untuk pembangunan fisik WC.

Padahal karena program tersebut berbasis masyarakat, jadi tugas YABN hanya melatih Pendamping Desa STBM dan menyediakan honor bagi Pendamping serta kebutuhan snack untuk setiap kegiatan rapat. YABN juga mengadakan pelatihan Kader Desa STBM dan memberikan bantuan uang transport, membantu pendataan awal keadaan sanitasi serta monitoring evaluasi setiap bulan di Desa Pulau Padang untuk memantau progres pembangunan WC.

--page

Menurut Risnawati, honornya sebagai pendamping STBM juga tidak banyak, namun yang menjadi motivasi baginya dalam mengerjakan proyek itu karena kepeduliannya akan kondisi sanitasi masyarakat di Desa Pulau Padang, Dia ingin melihat masyarakat berubah dari kebiasaan buang air besar sembarangan.

"Alhamdulillah YABN juga mensupport dengan meminjamkan alat cetak gorong-gorong dan alat cetak kloset, dukungan dan respon dari aparat desa juga bagus, jadi kerjasama dapat berjalan dengan baik," imbuh Risnawati bersemangat.

Selain itu, Risnawati patut bersyukur program STBM di Desa Pulau Padang dapat membuahkan hasil yang baik karena pihak desa juga mau menganggarkan dana gotong royong dari Dana Desa (DD) untuk membelikan pasir dan semen.

"Jadi YABN memotivasi, Desa menyediakan material, kami sebagai fasilitator menghubungkan untuk melatih masyarakat membuat WC yang mudah dan murah. Gorong-gorong dicetak di dalam lubang, ditutup, dipasang kloset. Mudah dan murah biayanya cuma habis sekitar 500 ribu," paparnya.

Namun karena program ini berbasis masyarakat, lanjut Risnawati, pengerjaannya dilakukan dengan bergotong-royong oleh warga Pulau Padang tanpa mengupah tukang.

--page

Seiring berjalannya waktu, sekarang kepemilikan WC di Desa Pulau Padang sudah seratus persen dan sudah Open Defecation Free (ODF) yaitu kondisi dimana ketika setiap warga di desa tersebut tidak buang air besar sembarangan lagi.

"Setelah jadi desa ODF, dampaknya kasus diare di Desa Pulang Padang jarang sekali terjadi dan angka stunting juga terus menurun," ungkapnya.

Risnawati patut berbangga, keberhasilannya memberdayakan masyarakat agar Desa Pulau Padang ODF, membuat Desa Pulau Padang dijadikan sebagai desa percontohan di kecamatan Patangkep Tutui agar desa lain bisa ODF.

"Pada tahun 2016 Desa Pulau Padang meraih penghargaan dari YABN sebagai Juara 2 Desa STBM terbaik untuk tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Balangan, Tabalong dan Kabupaten Barito Timur," bangga Risnawati.

Selain desa dampingannya meraih penghargaan, pengabdiannya yang tulus juga mengantarkan Risnawati menerima beberapa perhargaan dari YABN maupun dari pemerintah kabupaten dan provinsi yaitu pada tahun 2017 Nominasi  Pendamping Desa Terbaik untuk tiga kabupaten dari YABN, tahun 2018 Juara 1 Pendamping Desa Terbaik untuk tiga kabupaten dari YABN, tahun 2019 Juara 1 Nakes Teladan Tingkat Kabupaten Barito Timur serta Juara 3 Nakes Teladan Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.

--page

Keberhasilannya menjadikan Desa Pulau Padang ODF juga membuat Risnawati terus bersemangat dan ingin mengembangkan pilar STBM selanjutnya di Desa tersebut.

"STBM itu ada lima pilar, yang pertama bebas dari buang air besar sembarangan yang artinya punya WC, yang kedua cuci tangan pakai sabun, ketiga pengelolaan sampah, kemudian pengolahan air minum dan makanan dan yang kelima itu pengelolaan limbah cair," paparnya.

Untuk cuci tangan pakai sabun, Risnawati berencana akan memulai penerapan dari Sekolah, Balai Desa, Puskesmas Pembantu, Polindes kemudian menyusul ke masyarakat.

"Kalau tentang sampah, impian saya sementara ini agar ada bank sampah untuk sampah non organik yang bisa di daur ulang seperti plastik, dan saya ingin Desa Pulau Padang jadi desa percontohan dalam pengelolaan sampah," pungkas Risnawati menyampaikan kisahnya memberdayakan masyarakat Desa Pulau Padang bersama YABN. (BOLE MALO/B-5)