BORNEONEWS, Sampit - Akibat menabrak sebuah mobil Honda CRV KH 1691 FK yang belok di perempatan Jalan HM Arsyad-Pelita, seorang pengendara motor Yamaha Vixion tanpa nomor polisi berinisial AD ini dipukul oleh sopir mobil berinisial E sehingga mengalami luka gores di leher, Sabtu, 30 November 2019 sore.
Kejadian ini sempat membuat masyarakat geger. Bahkan membuat lalu lintas terganggu. Karena saat itu pemukulan terjadi hingga ke tengah jalan, karena AD sempat menghindari dengan berlari ke tengah jalan.
"Setelah saya menabrak mobil yang belok di lampu lalu lintas perempatan, kami langsung berbincang-bincang, hingga dia berupaya memukul saya dan mengenai kepala belakang dan leher saya luka gores," ujar AD kepada wartawan.
Dia tidak bisa memastikan siapa yang benar dan siapa yang salah. Namun dia tidak terima karena telah melakukan pemukulan terhadapnya, sehingga kejadian ini dibawanya ke langkah hukum di kepolisian.
"Kalau memang saya salah bisa dibicarakan dan saya siap ganti. Yang tidak terima ini adalah pemukulan yang dilakukan oleh sopir," katanya.
--page
Beruntung saat kejadian banyak masyarakat yang melerai aksi pemukulan tersebut. Namun beberapa kali sopir tersebut mencoba kembali menyerang AD.
Bahkan dia sempat memukul mobilnya sendiri dengan helem dan menendan spion mobil yang sudah rusak akibat ditabrak pengendara motor.
Kejadian ini menjadi perhatian masyarakat. Ada yang mencoba menengahi, namun ada juga yang membela pengendara motor. Karena geram dengan aksi pengendara mobil yang melakukan main hakim sendiri.
Sementara itu kasus ini dibawa ke Satlantas Polres Kotim. Untuk mencari jalan tengah antara kedua belah pihak dan melakukan proses lebih lanjut apa yang telah terjadi dalam kasus kecelakaan tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)








