BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bursa Efek Indonesia atau BEI Kalimantan Tengah, Stephanus Cahyanto Kristiadi mengatakan bahwa jumlah investor baru BEI tahun 2019 ini telah lampaui capaian tahun 2018 lalu. Hal ini disampaikan Cahyo berdasarkan rilis dari kantor BEI pusat.
"Pertumbuhan jumlah investor saham di BEI kembali mencatatkan rekor baru di tahun sebesar 237.747 single investor identidication atau SID per 28 November 2019. Jumlah tersebut melampui rekor pencapaian jumlah investor baru di 2018 yang tercatat 223.749 SID, ini tentunya juga termasuk peningkatan jumlah SID di Kalteng," kata Cahyo kepada Borneonews pada Minggu, 1 Desember 2019.
Berdasarkan rilis dari Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi mengatakan bahwa pertumbuhan SID saham di 2019 selain merupakan hasil dari program literasi, edukasi, dan inklusi yang dilakukan selama ini, juga disumbang oleh kegiatan kompetisi 10 Days Challenge yang secara signifikan meningkatkan inklusi keuangan.
"Jika rata-rata pertumbuhan SID Saham dapat dipertahankan di angka 1.000 SID per hari, maka sampai dengan akhir tahun jumlah investor saham baru di 2019 untuk pertama kalinya dapat melampaui angka 250.000 SID," ujar Hasan.
Per 28 November 2019, lanjutnya, jumlah investor saham di BEI telah mencapai 1.089.987 SID atau meningkat 27,8 persen dibandingkan jumla investor di 2018 sebesar 852.240 SID.
--page
"Pesatnya pertumbuhan jumlah investor saham ini terjadi sejak BEI meluncurkan Yuk Nabung Saham sejak tahun 2015, yang bertujuan mengajak masyarakat sebagai calon investor untuk berinvestasi di pasar modal dengan membeli saham secara rutin dan berkala," terangnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)








