PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Solidaritas Perempuan Mamut Menteng, Kalimantan Tengah turut mengampanyekan 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan. Bentuk kegiatan yang mereka lakukan dengan membagikan stiker berisikan tulisan pergerakan dalam melawan ketidakadilan terhadap kaum perempuan.

“Ada 300 stiker yang dibagikan kepada masyarakat terutama kaum perempan,” kata Ketua Badan Eksekutif Komunitas Solidaritas Perempuan (SP) Mamut Menteng Kalteng, Margaretha Winda F Karotina.

Ia menuturkan, kegiatan tersebut sebagai bentuk menggalang dukungan masyarakat luas agar bersama-sama mendorong dan mendukung perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya.

“Kenapa ini kami peringati? Karena banyak perampasan dan ketidakadilan serta banyak intimidasi terhadap perempuan,” ungkapnya.

Di Kalimantan Tengah, lanjutnya, lebih banyak berbicara tentang perempuan dan sumber daya manusia atau SDM. Fokus ini karena berkaca dari banyaknya investor yang telah masuk ke Kalteng.

--page

“Tentunya juga berdampak pada perempuan jika perempuan tidak dilibatkan dalam setiap konsultasi dan sosialisasi,” imbuhnya.

Di sisi lain, ia menyebut dengan kegiatan itu, diharapkan publik sadar bahwa ada ketidakadilan terhadap perempuan. Publik, sambungnya, juga harus mendukung gerakan perempuan agar tidak terjadi kekerasan maupun bentuk intimidasi lainnya.

Menurutnya, yang dilawan itu bukanlah kaum laki-laki tapi system Patriaki. “Itu adalah kekuasaan yang hanya berdasarkan pada jenis laki-laki. Sementara perempuan tidak mendominasi. Tapi bukan berarti kita ingin lebih tinggi dari laki-laki melainkan ingin setara antara laki-laki dan perempuan,” bebernya.

Ia menambahkan, SP Mamut Menteng Kalteng juga mendorong Dinas Pemberdayaan Perempuan Kalteng untuk menggelar kampanye 16 hari tersebut. (BUDI YULIANTO/B-5)