BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Komoditas kepiting bakau asal Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, ternyata menjadi kepiting yang paling dicari dan disukai konsumen. Tidak heran komoditas ini diekspor hingga ke sejumah negara seperti ke Hongkong dan Macau.
Konsumen baik lokal maupun mancanegara, sangat menyukai rasanya yang manis dan lezat dibanding kepiting - kepiting dari daerah lainnya. Kepiting asal Kuala Pembuang, berkembang biak secara alami di rawa rawa pinggir pantai dan banyak di temukan di Sekitar areal pertambakan pesisir laut Kuala Pembuang.
Tak heran, selama ini kepiting bakau asal Seruyan, telah menjadi komoditas ekspor dan di kirim ke berbagai negara. Para pengepul kepiting di daerah ini setiap minggunya melakukan pengiriman kepiting bakau hidup ke beberapa daerah seperti Jakarta dan Surabaya untuk selanjutnya di kirim ke beberapa negara tujuan.
“Kepiting kita selain untuk keperluan restoran dan hotel ternama di Surabaya dan Jakarta juga dikirim ke berbagai negara seperti Singapura, Hongkong dan Macau,” kata salah satu pengepul di Kuala Pembuang, Minggu, 1 Desember 2019.
Meskipun kepiting bakau asal Seruyan, paling diminati, namun hingga sekarang warga setempat belum ada yang berhasil melakukan proses pengembang biak an kepiting, dan masih mengandalkan proses alam untuk keberlangsungan kepiting ini.
--page
“Kami sudah mencoba beberapa kali, namun hingga saat ini belum ada yang berhasil bahkan kerugian yang kami alami mencapai puluhan juta, sehingga kami berharap ada peran dinas terkait untuk mencarikan cara pembudidayaan kepiting hingga dapat berhasil,” harapnya. (MAGANG 2/B-5)








