SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Muhammad Khozaini menekankan agar pembangunan pasar Mangkikit  tidak terbengkalai lagi. Menurutnya, cukup sudah pegadang dibuat terkatung-katung selama bertahun-tahun ini tanpa ada kejelasan selesainya pembanguna pasar itu.

“Sudah cukup lama persoalan mangkraknya Mangkikit itu. Masyarakat  yang berprofesi sebagai pedagang di daerah itu jangan dibuat terkatung-katung lagi,” kata Khozaini, Minggu, 1 Desember 2019.

Dia mengatatakan, dengan mangkraknya pembangunan pasar itu, wibawa pemerintah dipertaruhkan. Apalagi, setiap ada pertemuan dengan pedagang pasar, selalu dijanjikan segera selesai.  

Tapi dalam praktiknya justru hingga penghujung tahun 2019 ini, pedagang tak kunjung bisa menempati bangunan bertingkat tersebut.

Hingga saat ini pedagang menempati lokasi sementara yang kondisinya kurang layak. Apalagi, saat hujan, kondisinya tidak mendukung untuk beraktivitas.

--page

Mangkraknya pembangunan Pasar Mangkikit dinilai karena pemerintah setempat sendiri tidak serius menangani pembangunan pasar tradisional tersebut. 

Kondisi itu telah berdampak terhadap pedagang, karena tidak mendapatkan kepastian kapan bangunan yang dilaksanakan pihak ketiga itu selesai dan bisa ditempati untuk berjualan.

Khozaini mengatakan, sebelumnya pemerintah kabupaten bersama pihak pelaksana pembangunan pasar tradisional sudah menjanjikan akan selesai dalam waktu dekat.

"Pelaksana pembangunan Pasar Mangkikit menargetkan pembangunan selesai pada akhir 2014 atau awal 2015. Namun dalam perjalanannya, hingga akhir 2019, belum ada kejelasan pembangunan bakal selesai. Saya prihatin dan bertanya-tanya, apa sebenarnya yang menyebabkan Pasar Mangkikit itu tidak bisa diselesaikan dengan tepat waktu," pungkasnya.(NACO/B-11)