SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini sudah ada sekitar 202,6 hektare tanaman kopi dikembangkan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terutama di wilayah selatan.

"Bahkan saat ini sudah ada produk olahan kopi dari daerah kita," ujar Kepala Dinas Pertanian Kotim, I Made Dikantara, Senin 2 Desember 2019.

Dia menerangkan saat ini pemerintah daerah juga memiliki 2 merek kopi yang merupakan olahan masyarakat. Yakni Kopi Bapinang dan Kopi Ratu. Semuanya merupakan hasil produksi dari masyarakat Kotim.

"Dua kopi ini sudah dipasarkan dan kita bersyukur cukup banyak peminatnya," katanya.

Hasil produksi kopi di Kotim juga dipromosikan untuk menunjang pariwisata di Sampit, sehingga bagi siapa saja wisatawan yang datang, kopi tersebut bisa dijadikan oleh-oleh.

--page

Bahkan saat ini Bupati Kotim Supian Hadi juga sudah mengeluarkan surat edaran bahwa setiap Jumat adalah hari minum kopi.

Anjuran itu dilakukan sebagai upaya memperhatikan pelaku UMKM , terutama kopi produksi asli Kotim. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)