BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Guna mencukupi kebutuhan beras lokal, Ketua DPRD Kobar Rusdi Gozali mendukung Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan atau Dinas TPHP dan para petani untuk meningkatkan produksi padi.
Menurut Ketua DPRD Kobar, Rabu, 4 Desember 2019, dukungan ini perlu diberikan, mengingat masih tingginya minat untuk menanam padi oleh masyarakat, guna menjaga ketahanan pangan.
"Karena masih banyak lahan sawah yang terbengkalai. Bila lahan tersebut diolah kembali, kedepan harapannya bisa ditanami padi," jelas Rusdi Gozali.
Rusdi Gozali mengatakan, bila dilihat dari lokasi pengembangan padi, selama ini hanya Kecamatan Arut Selatan dan Pangkalan Banteng yang aktif menanam padi.
"Namun untuk kecamatan Kumai, Kotawaringin Lama, dan Pangkalan Lada itu masih minim. Untuk inilah dorongan dari Pemkab Kobar diperlukan untuk memperbanyak minat masyarakat menanam padi," jelas Rusdi Gozali.
--page
Walau demikian, menurut Rusdi Gozali, ada juga kecamatan yang baru mulai mengembangkan tanaman padi.
"Kecamatan tersebut yaitu Arut Utara.
Kita semua berharap agar semangat menanam padi terus ditingkatkan, untuk mencapai harapan peningkatan produksi padi di Kabupaten Kobar," jelas Rusdi Gozali.
Pasalnya, menurut Rusdi Gozali, sampai saat ini pasokan beras di Kabupaten Kobar masih mrngandalkan dari luar daerah.
"Padahal, areal persawahan yang ada di Kabupaten Kobar cukup luas serta jumlah petani yang banyak. Seharusnya jika progresnya jelas, kita bisa mencukupi kebutuhan beras," jelas Rusdi Gozali.
--page
Padahal menurut Rusdi Gozali, peminat beras produksi lokal sudah banyak.
"Lantaran saat ini beras lokal tersebut sudah mulai di kemas dengan baik. Sehingga tidak kalah dengan beras dari Jawa. Karena itulah diharapkan dengan meningkatnya produksi padi di Kobar, diimbangi dengan pemasaran berasnya. Tujuannya agar petani bersemangat menanam padi, jelas Rusdi Gozali. (WAHYU KRIDA/B-5)








