MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Barito Utara, Masdulhaq mengatakan sampai saat ini masalah ketenagakerjaan masih cukup kompleks seperti besarnya jumlah pengangguran dan setengah pengangguran.

Menurutnya dari aspek ekonomi, pengangguran merupakan hasil dari ketidakmampuan pasar kerja dalam menyerap angkatan kerja yang tersedia.

Penyebabnya karena jumlah lapangan kerja lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Juga kompetensi pekerja tidak sesuai dengan pasar kerja.

Berdasarkan hasil Sakernas Agustus 2018 tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun menjadi 5,28 persen dibandingkan tahun lalu 5,34 persen.

“Perlu diperhatikan masalah angkatan kerja dalam suatu wilayah akan mengalami peningkatan seiring bertambahnya jumlah penduduk yang telah memasuki usia kerja. Sehingga kalau peningkatan jumlah penduduk ini tidak diantisipasi, bukan tidak mungkin jumlah pengangguran di Barito Utara akan meningkat,” jelasnya, Rabu 4 Desember 2019.

--page

Peningkatan ini tidak hanya menimbulkan efek bagi kehidupan ekonomi, tapi juga menimbulkan berbagai masalah di bidang sosial seperti kemiskinan dan kerawanan sosial.

Jadi untuk mengatasinya perlu peningkatan kuantitas angkatan kerja harus dibarengi dengan peningkatan SDM.

“Di sinilah peran Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTKD), karena untuk mengatasi masalah tenaga kerja dan pengangguran perlu disusun suatu stretegi/perencanaan yang terpola dan terpadu bidang ketenagakerjaan,” pungkasnya. (RAMADHANI/B-6)