BORNEONEWS, Sampit - Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kotawaringin Timur, M Abadi menginginkan tahun berikutnya pemerintah kabupaten bisa mendobrak pendapatan dari Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD seperti halnya PDAM Dharma Tirta Sampit.
Dia menekankan agar BUMD harus produktif tidak hanya sebatas menerima kucuran dana tetapi tidak bisa memberikan timbal balik kepada Kabupaten Kotim.
“Kami berharap kelak badan usaha milik daerah dapat memberikan pendapatan atau kontribusi kepada daerah," kata Abadi, Kamis, 5 Desember 2019.
Jangan kata dia hanya meminta modal, tapi harus membuktikan bisa mengembangkan modal usaha itu menjadi pendapatan yang nyata dan maksimal.
Anggota Komisi II DPRD Kotim ini menegaskan pemerintah sangat membutuhkan suntikan pendapatan terutama untuk pemasukan PAD Kotim.
--page
Pasalnya untuk tahun 2020 pendapatan asli daerah itu masih di kisaran Rp 250 miliar. Maka dari itulah mereka menilai dengan segala potensi hingga BUMD yang bergerak dalam bidang tertentu itu ikut serta mendistribusikan pendapatan ke kas daerah.
Sejauh ini, Pemerintah kabupaten fokus dalam hal urusan perusahaan daerah air minum. Setiap tahunnya selalu dikucurkan anggaran ke usaha itu. Untuk tahun 2020 saja mereka mendapatkan suntikan dana penyertaan modal itu sekitar Rp 8 miliar. (NACO/B-5)








