BORNEONEWS, Sukamara - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukamara mencatat sebanyak 85 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menyerang masyarakat selama tahun 2019.
"Untuk tahun 2019 ini kita masih belum bisa memastikan apakah angka turun atau naik, karena Desember sekarang belum selesai," ucap Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Sukamara, Achmad Yani, Kamis, 5 Desember 2019.
Menurut Yani, apabila selama akhir tahun 2019 tidak adanya penambahan kasus, maka bisa dipastikan angka penderita DBD selama tahun ini mengalami penurunan.
"Kita berharap sih tidak ada lagi kasus yang muncul diakhir tahun ini," harapnya.
Yani melanjutkan, bahwa tren angka kasus DBD sepanjang tahun 2019 ini relatif menurun dimana penurunan tersebut terjadi sejak bulan diawal tahun 2019 hingga bulan Juli 2019.
--page
"Bahkan sejak bulan Juli 2019 hingga sekarang belum ada kasus DBD, namun kita harus tetap waspada karena telur nyamuk pembawa DBD ini bisa bertahan selama 6 bulan, sehingga upaya menguras tempat-tempat penampungan air ini memang harus benar-benar bersih," ujarnya
Yani menambahkan, untuk tahun 2018 kasus DBD mengalmai kenaikan tiga kali lipat dibanding tahun 2017, dimana ada 135 kasus demam berdarah dengue yang menyerang masyarakat.
"Sedangkan tahun 2017 itu hanya ada 48 saja, sehingga naiknya sangat luar biasa," tukas Achmad Yani. (NORHASANAH/B-5)








