BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP di Kabupaten Kotawaringin Timur (KOtim) ramai-ramai mengundurkan diri, padahal mereka baru beberapa waktu lalu dilantik.
Mereka yang berasal dari sejumlah kecamatan ini menyerahkan surat pengunduran diri dengan cap materi disertai penyerahan kartu tanda anggota (KTA) PDIP yang ditandatangani Ketua Umum Megawati Soekarno Putri.
Rombongan itu datang ke kantor DPC PDIP Kotim, Kamis 5 Desember 2019. Sayangnya saat itu kantor DPC tutup.
Namun tidak lama kemudian datang Wakil Ketua DPC PDIP Kotim, Nadiansyah. Dia yang menerima berkas pengunduran diri sejumlah kader PDIP itu.
Mantan Ketua PAC PDIP Kecamatan Teluk Sampit, Suriansyah menyebut saat ini partai besutan Megawati ini tidak lagi sebagai organisasi yang demokratis.
--page
Karena di dalamnya hanya orang tertentu saja dan siapa yang dekat ketua DPC. Bahkan mereka ada mendapatkan rekaman pembicaraan dari salah satu pengurus DPC yang ingin merubah SK PAC Kecamatan Baamang, sehingga hal ini bagi mereka sangat tidak benar.
“Ini bentuk kekecewaan kami kepada DPC karena sekarang mereka yang terpilih sebagai PAC tidak ada penjaringan dari ranting karena sekarang ditunjuk," katanya.
Suriansyah mengatakan dalam penjaringan pengurus PAC tidak dilibatkan lagi. Padahal sejak 15 tahun silam dalam penjaringan PAC itu selalu melibatkan struktur ranting.
"Sekarang dapat 1 suara bisa jadi ketua PAC tidak melihat berapa besar dukungannya. Saya ini sudah 15 tahun di PDIP dan 2 periode menjabat Ketua PAC Teluk Sampit. Jujur saya sangat kecewa dengan pengurus DPC sekarang,” tegasnya.
Senada disampaikan Nurliani kader PDIP Kotim. Ia mundur sebagai kader PDIP Kotim. Ia resmi menyerahkan kartu keanggotannya ke DPC.
--page
Ia mundur karena sudah tidak sejalan lagi dengan pengurus partai di Kotim saat ini. "Saya lebih baik mundur,” tukasnya.
Sementara itu Siti Hamdanah, mantan Sekretaris PAC PDIP Seranau mengaku kecewa.
Hingga kini ia juga turut mengundurkan diri. Pasalnya dalam kepengurusan baru PAC Seranau justru tidak mengakomodasi penduduk setempat. Bahkan jabatannya diganti jadi wakil bendahara.
“Anehnya justru mereka yang dari Baamang dan kader Parpol lain diangkat jadi ketua PAC, jadi tidak ada gunanya kami sebagai kader kalau aturan partai bisa dibuat dan dilanggar seperti itu," tegasnya.
Sementara itu Wakil Ketua DPC PDIP Kotim, Nadiansyah mengaku tidak bisa berbicara banyak saat diminta tanggapannya terkait itu.
--page
Dia mengaku hanya menerima berkas pengunduran diri, kemudian diproses di tingkat partai.
“Saya tidak bisa komentar apa-apa karena mau mereka mundur dari PDIP itu hak dan pilihan mereka terlepas ada yang menyebabkanya,“ katanya.
Kader dan pengurus PAC yang mengndurkan diri di antaranyata mantan pengurus PAC Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Pulau Hanaut, Seranau, Ketapang hingga kader di Baamang. (NACO/B-6)








