SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kontraktor yang mengerjakan proyek multiyears Pasar Expo Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) PT Heral Eranio Jaya (HIJ) merupakan kontraktor yang banyak dapat pekerjaan mega proyek hingga pernah berpolemik. Berikut hasil rangkuman Borneonews.co.id, Kamis 5 Desember 2019.

1. Proyek gedung mall pelayanan publik

Proyek itu sedang dikerjakan dengan multiyears setidaknya menyedot anggaran sekitar Rp 38 miliar.

Bangunan yang berada di Jalan MT Haryono sekitar terminal Patih Rumbih ini akan rampung pada 2020. Bangunan itu akan difokuskan sebagai sentra layanan publik.

2. Proyek Pasar Mangkikit

PT HEJ sebagai pengembang yang kini membangun Pasar Mengkikit Sampit di sekitar Jalan Antasari.

Pembangunan Pasar Mangkikit ditargetkan selesai akhir 2014 atau awal 2015. Namun dalam perjalanannya hingga penghujung 2019 belum ada kejelasan pembangunan bakal selesai.

--page

Kondisi ini dikeluhan para pedagang, karena mereka saat ini hanya menggunakan lapak seadanya di pasar penampunagan sementara di lahan Kodim 1015 Sampit.

3. Proyek Citi Mall

PT HEJ sebelumnya pernah mengerjakan proyek pembangunan Citi Mall Sampit.

Saat itu proyek sempat bermasalah lantaran saat itu proyek ruko menutup anak Sungai Baamang, sehingga sempat bersitegang dengan Pemkab Kotim pada 2015.

Bahkan proyek itu sempat dipasang spanduk dilarang melanjutkan pekerjaan.

4. Proyek multiyears Pasar Expo Sampit

Paling baru PT HEJ termasuk dalam polemik pekerjaan proyek multiyears di proyek Pasar Expo senilai Rp 32 miliar.

--page

Pengerjaan fisik di lapangan oleh perusahaan itu hanya 10 persen. Sejumlah anggota DPRD sudah melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pekerjaan itu.

Hingga membuat suara di DPRD Kotim terbelah karena ada yang mendukung dan menolak.

Manajemen PT HEJ, Dody Kristian membenarkan jika mereka tengah menggarap proyek besar tersebut. Namun untuk Pasar Mangkikit salah satu proyek bermasalah, dia menegaskan di situ tidak ada uang dari APBD.

“Ada sejumlah persoalan sehingga sampai sekarang tidak bisa dituntaskan. Nanti akan dijelaskan lagi, saya hanya sebatas menjelaskan kalau apa yang kami lakukam saat ini (Proyek Expo) sudah sesuai ketentuan," tandasnya.

Sementara itu Anggota Komisi II DPRD Kotim, M Abadi tetap secara tegas menolak proyek expo itu dilanjutkan.

--page

"Karena ini membingungkan ada 2 surat kesepakatan DPRD dengan bupati yang isinya bertentangan. Nah mana yang diikuti," pungkasnya. (NACO/B-6)