PLASTIK merupakan salah satu kemasan yang banyak digunakan karena dapat menjadikan hidup manusia lebih mudah. Penggunaan plastik tidak pernah lepas dari kehidupan manusia hampir kegiatan manusia menggunakan plastik, baik untuk perlengkapan sehari-hari seperti peralatan makan, minum, memasak maupun sebagai pembungkus makanan, hal ini dikarenakan plastik memiliki keunggulan dibandingkan bahan lain diantaranya ringan, kuat, transparan, tahan air serta harganya lebih murah. Sebelum plastik digunakan harus tahu karakteristik yang dimilikinya yaitu dengan melihat simbol segitiga pada plastik yang terdapat angka di tengahnya yang dapat menentukan sifat plastik tersebut mana yang termasuk berbahaya dan tidak berbahaya untuk digunakan pada keperluan orang sehari-hari.
Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat umum supaya mengetahui arti dari simbol yang tertera pada plastik sehingga masyarakat dapat menggunakan plastik dengan benar sesuai arti dari setiap lambang pada plastik yang dipakai dan mengetahui jenis plastik sehat dan tidak sehat untuk dipakai sehari-hari karena masyarakat hanya tahu memakai plastik saja, pada saat menggunakannya ada yang tidak melihat simbolnya dan ada yang melihatnya tetapi tidak tahu arti dari simbol dan sifat plastik, dengan adanya artikel ini masyarakat lebih tahu plastik mana berbahaya dan tidak berbahaya serta cara penggunaan yang benar sesuai karakteristik dimiliki plastik.
--page
Masalah seseorang saat menggunakan plastik hanya tahu memakainya saja tidak tahu bahaya yang akan terjadi jika saat memakai plastik tidak sesuai dengan sifatnya karena banyak terdapat jenis-jenis plastik ada yang sekali pakai dan beberapa kali pakai, ada yang tahan panas dan tidak tahan panas dimana sifat-sifat dari plastik itu dapat diketahui dari simbol segitiga yang di tengah simbol tersebut terdapat angka (terdiri dari angka 1 sampai 7). Setiap simbol segitiga tersebut memiliki nama yang sesuai dengan kode angkanya yaitu, kode angka 1 : PETE, kode angka 2 : HDPE, kode angka 3 : PVC, kode angka 4 : LDPE, kode angka 5 : PP, kode angka 6 : PS, dan kode angka 7 : OTHER. Plastik dengan kode angka 1 sampai 7 yang terdiri dari beberapa nama tersebut dapat digunakan sesuai dengan sifatnya agar tidak berbahaya bagi seseorang. Berikut penjelasan penggunaan plastik lebih rinci dengan kode angka 1 sampai 7 agar digunakan dengan benar.
Kode angka 1 : PETE atau PET (Poly Ethylene Terephthalate). Simbol ini biasa ditemukan dalam kemasan komersil berwujud transparan dan cenderung tipis. Ditujukan untuk pemakaian tunggal atau sekali pakai. Kalaupun terdesak untuk dipakai ulang jangan terlalu sering, dan hindari menyimpan air hangat atau panas di dalamnya. Pada suhu tinggi, lapisan polimer plastik berkode PETE/PET akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker pada jangka panjang. Pembuatan PETE menggunakan senyawa antimoni trioksida. Senyawa ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan dengan menghirup udara yang mengandung senyawa tersebut. Seringnya menghirup senyawa ini dapat mengakibatkan iritasi kulit dan saluran pernapasan.
--page
Kode angka 2 : HDPE (High Density Polyethylene). Kemasan dengan simbol ini biasanya berwujud kaku, kuat, keras, buram, lebih tahan terhadap suhu tinggi, dan mudah didaur ulang. Merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. Biasa ditemukan pada wadah minuman komersil (susu, jus, soda), detergen, sampo, cairan pembersih berbahan kimia, serta beberapa kantong plastik. HDPE adalah jenis plastik yang paling aman untuk mengemas makanan dan minuman, namun tetap dianjurkan untuk dipakai sekali saja karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu sehingga dapat membahayakan bagi kesehatan.
Kode angka 3 : V atau PVC (Polyvinyl Chloride). Kemasan dengan simbol ini merupakan jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Biasa ditemukan pada botol-botol cairan pembersih komersil, sabun, sampo, pembungkus kabel, dan pipa plastik. PVC relatif tahan terhadap sinar matahari dan beragam cuaca namun jenis plastik ini tidak disarankan untuk dipakai mengemas makanan atau minuman. Kandungan DEHA (Diethylhydroxylamine) yang ada didalamnya akan bereaksi saat bersentuhan langsung dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC ini. DEHA ini bisa lumer pada suhu -15°C. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berbahaya bagi ginjal, hati, dan berat badan.
--page
Kode angka 4 : LDPE (Low Density Polyethylene). Plastik ini dibuat menggunakan minyak bumi (thermoplastic) karena memiliki resistensi yang cukup baik terhadap reaksi kimia. Barang-barang plastik ini sering ditemui bahkan digunakan setiap hari. Simbol ini umumnya ditemukan pada kantong plastik, kantong sampah, tas belanja, hingga bungkus makanan. Sifat dari plastik bersimbol segitiga dengan angka 4 didalamnya ini adalah kuat, dapat tertembus oleh cahaya, memiliki daya proteksi terhadap uap air, fleksibel, dan permukaannya sedikit licin. Bahan plastik ini aman untuk digunakan. Plastik jenis ini bertahan lama dan elastis sehingga baik untuk digunakan sebagai tas belanja. Alangkah baiknya, penggunaan plastik ini dikurangi dan didaur ulang agar tidak mencemari lingkungan.
Kode angka 5 : PP (Polypropylene). Jenis plastik yang satu ini paling aman digunakan untuk bahan makanan. Bisa dibilang sebagai bahan plastik terbaik untuk wadah makanan dan minuman karena bahan plastik ini sangat kuat, bertahan lama, cukup resisten terhadap kelembapan, minyak, dan bahan kimia berdaya tembus uap yang rendah dan aman digunakan untuk makanan atau minuman yang bersuhu tinggi. Tentunya hal tersebut membuktikan keamanan produk dari bahan palstik ini sehingga aman untuk digunakan terutama untuk wadah makanan dan minuman seperti botol minum, botol obat, wadah yogurt, alat makan plastik, sedotan dan sebagainya.
--page
Kode angka 6 : PS (Polystyrene). Jenis plastik ini biasa dipakai sebagai bahan tempat makan. Styrofoam (tempat makan berwarna putih) tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. bahan ini harus dihindari karena berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, pertumbuhan dan sistem syaraf juga bahan ini sulit didaur ulang. Walaupun didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga dan meninggalkan jelaga mengandung benzene suatu zat penyebab kanker dan tidak boleh dibakar. Bahan ini diolah kembali menjadi isolasi kemasan pabrik dan tempat tidur.
Kode angka 7 : OTHER (Polycarbonate). Bahan untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 macam, yaitu:
1. SAN (styrene acrylonitrile).
2. ABS (acrylonitrile butadiene styrene).
3. PC (polycarbonate).
4. Nylon.
--page
Plastik ini dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan. SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. Merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman.
PC atau Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi gelas anak batita (sippy cup) botol minum polikarbonat dan kaleng kemasan makanan dan minuman termasuk kaleng susu formula. PC dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu bisphenol-a (BPA) ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus dipanaskan dengan microwave atau dituangi air mendidih atau air panas. Bahayanya juga sangat tinggi dan terbukti dapat menimbulkan zat BPA dan/atau zat BPS yang merusak tubuh. Bahayanya di antaranya gangguan mood, pertumbuhan, fungsi seksual, fungsi reproduksi dan juga pubertas. Sebisa mungkin hindari pemakaian plastik ini untuk berbagai makanan dan minuman.
--page
Hati-hatilah dalam menggunakan plastik khususnya kode 1, 3, 6 dan 7 (PC) sebab seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi yang dapat menimbulkan penyakit jika digunakan dengan salah untuk keamanan kemasan dipakai sekali saja. Cukup aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5 dan 7 (SAN atau ABS).
Dari berbagai sumber
Itqan Athaya Al Khalily
Nafia Fitrawati
Pahmi Halik
Azidi Irwan
(Mahasiswa dan Dosen Program Studi Kimia FMIPA ULM)








