KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS,Kuala Pembuang - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Seruyan merilis, ada sekitar 250 hektare lahan mangrove di kawasan pesisir Kuala Pembuang yang mengalami kerusakan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Seruyan, Priyo Widagdo mengatakan, kerusakan terjadi akibat pembukaan lahan untuk dijadikan kawasan pertambakan yang tidak terkontrol. Hingga membabat hutan mangrove hingga ke pesisir pantai.

“Dengan adanya penanaman kembali mangrove pada kawasan pesisir Kuala Pembuang ini, kita berharap kerusakan secara perlahan bisa dipulihkan,” kata Priyo Widagdo saat penanaman perdana Rehabilitasi Hutan dan Lahan Mangrove, Kamis, 12 Desember 2019.

Dia menjelaskan, pemulihan kerusakan hutan mangrove di pesisir Kuala Pembuang memerlukan waktu yang lama. Upaya penanaman kembali merupakan satu cara untuk pemulihan ekosistem di sana.

Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan Mangrove itu bekerjasama dengan BPDAS Kahayan pada tahun 2019 di kawasan Sungai Tatah dilaksanakan penanaman mangrove seluas 15 hektare.

--page

“Penanaman kembali mangrove di kawasan ini kita harapkan terus berlanjut. Upaya ini juga harus didukung seluruh pihak, untuk peduli terhadap terjaganya ekosistem mangrove di Seruyan,” timpalnya. (MAGANG 2/B-11)