SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Prevalensi angka stunting di Kabupaten Sukamara masuk pada posisi empat terendah se Kalteng. 

"Angka stunting di Kabupaten Sukamara Mencapai 24,9 persen, ini hasil Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas tahun 2018," ucap Wakil Bupati Sukamara, H Ahmadi pada Sosialisasi Aksi Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting (KP2S), Rabu, 18 Desember 2019.

Meskipun angka masuk dalam kategori rendah, Ahmadi beranggapan bahwa angka tersebut masih terlalu tinggi untuk Kabupaten Sukamara, yang apabila dilihat dengan kondisi geografis.

"Kita masih harus terus berupaya untuk menurunkan prevalensi stunting untuk mencapai target nasional, yaitu di bawah 20 persen," ungkapnya.

Wakil bupati Sukamara tersebut menambahkan, bahwa permasalahan stunting merupakan salah satu isu nasional yang menjadi perhatian Presiden Republik Indonesia, mengingat hal tersebut mengacu pada misi peningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan mampu bersaing.

--page

"Karena kita tahu apabila angka stunting terus meningkat, maka akan banyak merugikan di masa yang akan datang," tutur H Ahmadi. (NORHASANAH/B-7)