BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, M Khozaini mendorong pemerintah desa melakukan terobosan untuk mendongkar pendapatan.
Seperti mengembangkan sektor yang punya peluang pendapatan demi memajukan desa. Sehingga, desa tidak hanya mengandalkan ADD dan DD untuk pembangunannya.
“Jangan hanya sekadar bergantung kepada DD dan ADD. Saya mendorong supaya desa-desa kreatif menggali pendapatan dari sektor lainnya,” kata Khozaini, Rabu, 18 Desember 2019.
BUMDes harus punya peran untuk mencari pendapatan desa dengan maksimal. Tinggal bagaimana pemerintah desa mengatur agar BUMDes bisa berjalan.
Menurutnya, dengan dana desa yang dikucurkan ke desa bisa menjadi modal untuk pengembangan potensi masing-masing desa. Seperti di bidang peternakan, perikanan, koperasi usaha bersama, hingga perkebunan. Dana desa yang besar, sangat mungkin dikelola dalam bentuk BUMDes.
--page
Dia menekankan, agar pemerintah desa tidak kaku dalam membelanjakan dana desa itu. Salah satunya untuk sektor produktif.
"Jangan hanya fokus kepada satu kegiatan saja, tetapi bagaimana di desa itu bisa membelanjakan uang desa miliaran rupiah dengan baik dan tidak menyalahi aturan,” tandasnya.
Khozaini menambahkan, jika kepala desa ingin aman dan tenang dalam menggunakan dana desa, maka harus aktif berkoordinasi dengan inspektorat. (NACO/B-11)








