BUNTOK –

BORNEONEWS, Buntok – Dinas Lingkungan Hidup atau DLH  Barito Selatan berencana membangun depo sampah. Demikian disampaikan Kabid Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, M Nanang Shalahuddin kepada Borneonews, Kamis, 19 Desember 2019.

Nanang mengatakan, selama ini sampah masyarakat dibuang di TPS samping Stadion Batuah. Namun banyak usulan warga untuk dipindah karena dekat dengan sekolah.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya masih mencari lokasi yang strategis untuk mengganti TPS tersebut. “Kita sudah merencanakan membangun depo sampah untuk menggantikan atau memindahkan TPS di samping Stadion Batuah itu,” kata M Nanang Shalahuddin.

Ia menuturkan, pihak sudah melakukan pembahasan terkait upaya pemindahan TPS tersebut. Namun hingga kini masih belum mendapatkan lokasi strategis selain yang ada di Batuah karena tanah milik pemerintah daerah.

"Bahkan, kami juga telah melakukan studi banding ke Kabupaten Kotim tepatnya Sampit dan Kabupaten Kapuas terkait lokasi depo sampah atau TPS ini," ucap dia.

--page

Hasil studi banding, lanjut dia, untuk lokasi strategis TPS atau depo sampah memang harus di lingkungan yang padat penduduk. Sehingga memudahkan masyarakat secara langsung membuang sampahnya ke lokasi TPS.

Adapun bangunan depo sampah diibuat secara khusus yakni menyerupai bangunan gedung dan tentunya juga dikelola secara baik. Hal ini supaya limbah maupun bau sampah tidak sampai ke luar area depo.

"Lokasi depo sampah itu mereka buat seperti area gedung perkantoran dan pembuangan sampah pun terjadwal. Jika sudah lewat jam yang ditentukan, sampah di area depo pasti sudah habis diangkut ke pembuangan sampah akhir," bebernya.

Masih dari hasil studi banding, pihaknya berencana bahwa untuk lokasi depo sampah yang ada di Batuah akan dibuat juga seperti yang ada di Sampit agar kelihatan rapi dan tidak kumuh.

--page

"Untuk mewujudkan hal itu, kami juga perlu kerjasama dari masyarakat. Terutama untuk membuang sampah sesuai jadwal yang ditentukan nantinya, agar depo sampah kita tak terlihat kumuh dan terkesan amburadul," tuturnya. (URIUTU DJAPER/B-7).