BORNEONEWS, Sampit - Sekretaris Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Juliansyah mendorong pemerintah kabupaten untuk meramaikan kawasan Ikon Jelawat Sampit dan salah satunya dengan kembali membuka wahana permainan anak.
Pasalnya, saat kunjungan ke lapangan DPRD banyak menerima keluhan jika kunjungan masyarakat ke ikon itu cenderung menurun belakangan ini.
“Katanya ikon itu mulai sepi dari pengunjung, pedagang yang ada di sekitar juga merasakan dampaknya. Ternyata akibatnya karena tidak ada wahana permainan anak di lokasi itu, semestinya ini jadi perhatian pemerintah juga,” kata Juliansyah, Minggu, 22 Desember 2019.
DPRD mendukung langkah pemerintah meramaikan Ikon Jelawat itu. Apalagi tujuan awal itu adalah memberikan kawasan wisata bagi masyarakat Kotim.
Sekretaris DPC Gerindra Kotim ini mengakui permainan wahana anak itu menjadi alasan kunjungan banyak ke Ikon Jelawat.
--page
Hal itu lebih baik diizinkan ketimbang lokasi itu kosong tidak ada aktifitas. Terlebih lagi Ruko yang dibangun 2 lantai ternyata masih belum ditempati.
“Kalau ikon itu ramai, maka pedagang akan banyak dan mereka nanti akan ditempatkan di los dan lapak yang sudah disediakan. Sementara saya ke lokasi kemarin hanya ada 2-3 pedagang saja di lokasi itu berjualan,” tegasnya.
Menurutnya pengelolaan ikon harus berinovasi. Tidak cukup hanya orang datang dan melihat Ikan Jelawat. Kalau hanya seperti itu orang akan bosan, dan harus memberikan terobosan untuk meramaikan kawasan itu agar jangan monoton. (NACO/B-6)








