PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Walaupun wilayah Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar) dan sekitarnya tidak bisa meyaksikan dengan jelas gerhana matahari sebagian dari gerhana matahari cincin yang terjadi, Kamis, 26 Desember 2019 salat gerhana tetap dilakukan oleh umat Islam di sana.

Berdasarkan pantauan di dalam Kota Pangkalan Bun,  pelaksanaan Salat Gerhana digelar di Masjid Jami Nurul Huda, Pasar Lama Pangkalan Bun dipimpin oleh Ustadz Padhil Fitri.

Irwansyah, salah seorang jamaah salat gerhana, ibadah sunnah bagi umat muslim saat terjadinya fenomena alam gerhana tersebut digelar sekitar pukul 11.50 WIB.

"Jamaahnya lumayan banyak, sekitar ratusan jamaah mengikuti shola gerhana yang digelar usai salat Zhuhur," jelas Irwansyah.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi langit Pangkalan Bun dan sekitarnya pada waktu puncak gerhana sebagian yaitu pukul 12.52 WIB masyarakat hanya bisa melihat awan tebal menutupi angkasa.

--page

Lantaran kondisi cuaca berdasarkan prediksi BMKG Iskandar Kelas III Pangkalan Bun hari itu kondisi awan mengumpul tebal di angkasa Kabupaten Kobar. (WAHYU KRIDA/B-5)