BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur Handoyo J Wibowo mengaku sepakat jika persoalan suplai listrik lampu lalu lintas diubah ke listrik tenaga surya.
Handoyo melihat banyak lampu lalu lintas tidak berfugsi. Bahkan ada beberapa kali nyaris kecelakaan terjadi di persimpangan akibat tidak ada lampu merah.
"Kalau memang masalah di listrik saya dukung agar ganti dengan PLTS saja daripada kondisinya seperti sekarang ini," ucapnya, Senin, 30 Desember 2019
Ia mendesak agar Dinas Perhubungan Kotim menfungsikan semua lampu pengatur lalulintas. Mengingat di saat lampu merah tidak berfungsi itu maka akan terlihat juga kekacauan lalulintas di titik itu.
"Semestinya pemerintah kabupaten sudah bisa menyelesaikan persoalan itu. aya jadi bertanya-tanya apakah harus sampai berminggu-minggu menyelesaikan lampu merah yang rusak itu sehingga tidak bisa jalan," tukasnya.
--page
Karena kata dia lampu merah ini perannya strategis mengatur jalanan dalam Kota Sampit guna menghindari kecelakaan, jangan sampai, akibat kelalaian pemerintah memperbaiki lampu lalulintas itu menyebabkan kecelakaan. Sebab, akibat itu pemerintah bisa digugat .
Politisi Demokrat itu juga menyarankan agar masyarakat berhati-hati ketika melewati perempatan jalan yang lampu lalulintasnya rusak. Karena jika tidak waspada bisa mencelakakan diri sendiri atau orang lain. (NACO/B-5)








