SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sekretaris Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Juliansyah mendorong agar penyelesaian persoalan Pasar Mangkikit ada kejelasan.

Pasalnya saat mereka berkunjung ke relokasi pasar itu kondisinya kian semrawut dan kumuh, sehingga membuat pasar ini akan ditinggalkan pengunjung.

“Salah satu sorotan kami adalah Pasar Mangkikit. Mereka yang ada di relokasi itu saat ini kondisinya kian memprihatinkan," katanya, Rabu 1 Januari 2020.

Selain lapak banyak yang sudah lapuk, jalan pasarnya juga ketika musim penghujan ini jadi becek, tidak semestinya pedagang ditempatkan di kawasan relokasi dalam kurun waktu bertahun-tahun.

Dia mengaku siap duduk bersama dengan pemerintah kabupaten termasuk dengan pihak pengembang untuk menyelesaikan persoalannya.

--page

“Kita harus duduk bersama untuk penyelesaiannya, karena bagaimanapun keberadaan pasar ini jadi bagian tugas dan fungsi kami di Komisi II saat ini," tukasnya.

Sekretaris DPC Gerindra Kotim ini menekankan jika persoalannya ada ketidaksinkronan antara data pedagang dan data yang dimiliki pengembang.

Maka itu bisa diatasi dengan mencari jalan tengah. Karena menurutnya tidak mungkin Pasar Mangkikit ini molor terus menerus dibiarkan.

Sampai kapan bisa diselesaikan kalau tidak didorong dan didesak, pemerintah kabupaten yang punya program mestinya bertanggungjawab dengan kebijakan itu.

"Pemkab jangan terkesan membiarkan seperti ini, kasihan pedagang jadi korban," tegasnya. Mangkraknya pembangunan Pasar Mangkikit dinilai karena pemerintah sendiri tidak serius menangani pembangunan pasar tradisional.

--page

Kondisi itu telah berdampak terhadap pedagang, karena tidak mendapatkan kepastian kapan bangunan yang dilaksanakan pihak ketiga itu selesai dan bisa ditempati untuk berjualan. (NACO/B-6)