BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Keluhan warga tentang ketidakjelasan tarif masuk dan parkir ke kawasan Pantai Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) saat berwisata ketika libur tahun baru, kembali ramai disampaikan warga melalui grup berbagai informasi masyarakat melalui media sosial.
Warga berdiskusi mengenai nominal tarif masuk, tidak diberikannya karcis oleh penjaga portal masuk dan tingginya nominal karcis dibandingkan dengan fasilitas dan kenyamanan di tempat wisata tersebut.
Dalam beberapa unggahan terdapat warganet yang menyampaikan mereka harus membayar nominal yang lumayan besar pada hari tertentu seperti saat libur tahun baru atau lebaran.
Dalam unggahan komentar ada warganet yang menjelaskan nominal yang harus dibayarkanya senilai Rp 14.000 dengan rincian retribusi tempat rekreasi Rp5.000, retribusi kendaraan roda 2 Rp 4.000 serta parkir Rp 5.000.
Ada juga pengemudi mobil yang menuliskan ia harus membayar karcis mobil Rp 7.000, retribusi tempat wisata Rp 5.000 dan untuk dua orang nilainya Rp 10.000. Tetapi ia diminta petugas membauar Rp 20.000. Namun hanya diberikan karcis senilai Rp 17.000. Sehingga Rp 3.000 yang seharusnya dikembalikan tidak jelas penggunaannya untuk apa.
--page
Terkait hal tersebut Wakil Ketua II DPRD Kobar Bambang Suherman, Kamis, 2 Janiari 2020 mengatakan Dinas Pariwisata (Dispar) Kobar harus benar-benar mengatur dan mengawasi regulasi tarif masuk dan pelaksanaaan penarikan pungutan d ilapangan, agar kondisi seperti ini tidak berulang setiap tahun.
"Bila nominal tarif tersebut ditingkatkan oleh Dispar Kobar dengan tujuan peningkatan PAD sebenarnya sah saja. Namun peningkatannya jangan sampai memberatkan wisatawan," jelas Bambang.
Menanggapi keluhan masyarakat terkait ketidakjelasan tarif masuk lokasi wisata di Kubu, lanjut Bambang, pihaknya akan melakukan penelusuran untuk mengetahui dengan jelas permasalahannya.
"Setelah itu kami akan memanggil pihak terkait untuk melakukan hearing atau dengar pendapat. Tujuannya untuk mencari solusi agar masalah ini tidak terus berulang dari tahun ke tahun," jelas Bambang.(WAHYU KRIDA/m)








