KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Ribuan hektare sawah yang ditanami padi di wilayah Kecamatan Katingan Kuala yang saat ini baru berumur sekitar 1 bulan terancam puso alias gagal panen.

Sebagian besar tanaman padi milik petani di wilayah ini tidak dipupuk. Sejumlah petani kepada borneonews.co.id, Kamis, 2 Januari 2020 menuturkan jika sejak sebulan terakhir petani di wilayah Kecamatan Katingan Kuala mengeluhkan kelangkaan pupuk.

"Sudah sekitar 1 bulan ini kami kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi maupun non subsidi, sehingga tanaman padi kita sebagian besar tidak dipupuk," kata Ketua Kontak Tani Nelayan Kecamatan Katingan Kuala, Halil Amin.

Menurut Halil yang tinggal di Desa Makmur Utama, Kecamatan Katingan Kuala ini tidak sedikit petani di daerahnya terpaksa tidak memupuk tanaman padi. "Soalnya pupuknya tidak ada, mau beli juga gak ada yang menjual pupuk," ungkapnya.

Halil mengaku sebagian besar petani di wilayah Katingan Kuala menanam padi unggul umur 3 bulan.

--page

"Seharusnya umur 15 hari setelah tanam dipupuk, kemudian umur 40 hari setelah tanam juga dipupuk dan terakhir umur 2 bulan atau 60 hari juga harus dipupuk, tapi karena sulit didapat, kemarin tanaman padi saya saat umur 15 hari meski dipupuk tapi hanya sedikit," ungkapnya.

Akibat tidak dipupuk, maka dia khawatir tanaman padi miliknya dan juga petani lainnya bakal mengalami puso atau gagal panen untuk musim tanam Oktober - Maret ini. Saat ini sebagian tanaman padi mulai menguning akibat tak dipupuk.

Darniansyah, petani lainnya juga membenarkan jika selama ini para petani di Katingan Kuala tengah mengalami kelangkaan pupuk.

Beberapa hari yang lalu, sebenarnya masalah kelangkaan pupuk ini sudah pernah dibahas antara pihak distributor pupuk dengan pihak UPTD Pertanian setempat.

Namun hasil rapat tidak jelas, sebab tidak ada jaminan bahwa masalah pupuk ini akan segera didistibusikan kpada petani di Katingan Kuala. Bahkan tidak sedikit petani yang sudah menitipkan uangnya kepada pihak distributor pupuk.

--page

"Kemarin pihak distributor pupuk malah berencana mau mengembalikan uang petani yang dititip untuk pembelian pupuk itu," katanya.

Untuk itu Darniansyah meminta kepada Gubernur Kalteng untuk membantu mengatasi masalah pupuk di daerahnya.

"Kalau Pemerintah Kabupaten Katingan sejauh ini sepertinya tidak begitu perhatian terkait krisis pupuk di Katingan Kuala, makanya kita minta solusi kepada pak Gubernur Kalteng membantu mengatasi kelangkaan pupuk ini, sebab wilayah Katingan Kuala merupakan lumbung padi di Katingan dan juga Kalteng," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/B-6)