BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kelompok Tani Kalampan Jaya di Desa Anjir Kalampan, Kecamatan Kapuas Barat mampu mengolah dan membuka lahan pertanian hortikulturanya tanpa membakar.
Hal itu diungkapkan Ketua Kelompok Tani Kalampan Jaya Yanir bahwa pihaknya sudah menggunakan metode pengolahan lahan tanpa membakar, yakni dengan cara fermentasi terhadap rumput liar yang ada di lahan tersebut. Upaya ini patut ditiru karena ramah lingkungan.
"Kami mencoba di sana secara intens. Jadi rumput itu dikumpulkan kita babat tapi tidak dibakar, karena kami buat jadi pupuk kompos dengan cara fermentasi," ucap Yanir, Sabtu, 4 Januari 2020.
Ia menuturkan, tanaman baik itu sayur maupun buah yang siap ditanam bisa tumbuh subur menggunakan pupuk kompos hasil fermentasi tersebut, sehingga tidak menggunakan bahan kimia.
"Tapi memang perlu perlakuan khusus dalam mengolah lahan, terutama lahan gambut ini harus diperhatikan tingkat kelembabannya," tuturnya.
--page
Ia menjelaskan, munculnya inisiatif untuk mengolah lahan tanpa dibakar itu seiring dengan adanya larangan pemerintah terkait membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat musim kemarau.
"Dengan adanya larangan pemerintah itu kita cari solusinya bagaimana, agar tidak melanggar aturan tapi tetap bisa bertani," jelasnya.
Di sisi lain, ia juga kerap memberikan pelatihan-pelatihan kepada sekolah, kelompok tani lokal maupun luar daerah tentang mengolah dan membuka lahan pertanian tanpa membakar.
"Tentu ini untuk kebaikan bersama, dan tanpa membakar pun hasil produktivitas dari lahan ini tinggi," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-7)








