PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Istikhoroh (30) warga Kecamatan Arut Selatan (Arsel), sempat kaget saat menghadapi kenyataan lantaran mengetahui anak keduanya lahir dalam keadaan kembar siam (tubuh berdempetan).

Anak keduanya ini lahir melalui bedah cesar di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, sekitar pukul 10.45 pada Sabtu, 4 Januari 2020.

Anak kembar berjenis kelamin laki - laki itu lahir dengan kondisi berdempetan pada bagian dada hingga perut.

Saat ditemui di ruang Kebidanan RSUD Pangkalan Bun, Istikhoroh mengatakan selama masa kehamilan ia merasa berbeda dengan kehamilan yang pertama, yaitu lebih besar.

"Saat hamil saya merasa beda aja dengan kehamilan yang pertama, yang kedua ini perut saya lebih besar dan ternyata kondisinya kembar siam," ujarnya kepada awak media, Minggu, 5 Januari 2020.

--page


Mengingat kondisinya yang masih lemah ia tidak bisa memberikan keterangan lebih banyak, nampak dari raut wajahnya yang seperti menahan kesakitan.

Memprihatinkannnya lagi, saat di rumah sakit tidak ditemani suami ataupun keluargannya.

"Saya sangat memerlukan bantuan," ucapnya lirih sembari menggigit selimut yang menghangatkan badannya.

Saat dikonfirmasi ke tetangganya yang menungguinya di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, tidak bisa menyampaikan lebih banyak lantaran baru kenal dan karena rasa kemanusiaan ia menolong ibu tersebut.

"Saya tidak tahu banyak tentang ibu ini, ya karen tiba - tiba datang kerumah dan rasa kemanusiaam saya menolongnya," ucapnya singkat.

--page


Aimandinata,Kepala Seksi Pelayanan Rawat Inap menyampaikan, saat ini dokter dan tim medis lainnya masih melakukan pemantauan dan perawatan bayi kembar siam tersebut untuk menjaga kondisinya tetap stabil.

"Untuk pemisahan kembar siam ini, tentunya harus dilakukan di rumah sakit yang sudah berpengalaman dan berkompeten melakukan operasi itu," tandasnya. (DANANG/B-5)