BORNEONEWS, Sampit - Tokoh agama di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menganggap pembangunan rumah ibadah cukup merata. Tidak ada perbedaan antara agama yang satu dengan yang lainnya.
"Selama ini pemerintah daerah sudah sangat baik dalam pemerataan pembangunan rumah ibadah dan saya sangat mengapresiasi," ujar Pimpinan Pondok Pesantren Darul Amin Sampit, ustadz Ahmad Rayyan Zuhdi Abrar, Minggu 5 Januari 2020.
Dia sangat mengapresiasi, karena dengan pemerataan pembangunan rumah ibadah, maka berimplementasi langsung dengan terciptanya kerukunan antar umat beragama.
Hal ini terbukti bahwa selama ini agama apapun, baik itu masyarakat yang menganut agama Islam, Kristen, Katholik, Hindu, dan Budha hidup secara berdampingan. Tanpa membedakan antara yang satu dengan yang lainnya.
"Saya harap hal ini terus tercipta dengan baik. Tanpa ada gesekan antar sesama umat manusia," katanya.
--page
Dia juga mengapresiasi kepeminpinan Supian Hadi yang selalu meminta pendapat kepada tokoh agama, baik itu terkait dengan pembangunan maupun upaya dalam memajukan daerah.
"Selama ini bupati juga menjalin hubungan baik dengan para ulama dan tokoh agama lainnya. Karena beliau sering meminta masukan kepada kami," terangnya.
Sedangkan pembangunan di Kotim ini dianggap liar biasa olehnya. Karena mengalami peningkatan yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Bahkan sering menjadi sorotan bagi daerah lain. Hal ini diharapkan bisa dipertahankan dan kemananan serta ketentraman daerah ini dapat terus terjaga nantinya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)








