BORNEONEWS, Sampit - Ratusan warga yang ingin mencetak e-KTP kecewa karena sudah antre berjam-jam di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdikcapil) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), ternyata blanko yang disiapkan sudah habis.
"Saya antre sejak pukul 06.00 WIB pagi tadi, dan sampai jam 10.00 WIB, ternyata blankonya sudah habis," ujar Novita (30), salah seorang warga yang ikut antre, Senin, 6 Januari 2020.
Dirinya kecewa dengan hal tersebut, apalagi antrean tersebut sangat semrawut. Tidak diatur oleh pegawai di Disdikcapil. Harusnya dikasih antrean hingga 500. Sehingga jika nomor antrean sudah habis, maka yang tidak miliki nomor tidak ikut antre dan bisa langsung pulang.
"Kalau seperti ini tentu banyak yang kecewa. Karena antre lama ternyata habis belangkonya," kata Novita.
Dirinya sudah melakukan perekaman KTP-e sudah setahun lebih. Karena dirinya sudah memperpanjang 2 kali. Perempuan tersebut mengaku rela antre karena ingin mendapatkan KTP-e.
--page
"Kalau hanya surat keterangan masa berlakunya hanya 6 bulan. Bahkan rawan sobek dan rusak. Itulah kenapa saya rela antre berjam-jam. Namun ternyata belum dapat juga," terang Novita.
Sedangkan Junaidi, salah seorang warga terpaksa pulang. Karena dirinya datang ke kantor tersebut pada pukul 08.00 WIB. Namun antrean sudah sangat padat. Sehingga dirinya memilih pulang.
"Yang antre dari pukul 06.00 WIB saja belum dapat-dapat, apalagi saya yang datang pukul 08.00 WIB, sudah dipastikan tidak dapat blangko," terang Novita. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








